Minggu, Maret 13, 2016

Belanja Online, Plus dan Minusnya


Hidup di era digital ini memberikan beberapa kemudahan pada kita, terkait dengan aktifitas harian kita.  Misalnya untuk berbelanja sehari-hari, kita dimudahkan dengan beberapa online shop yang menjual segala macam barang kebutuhan kita.  Mulai dari make up, pakaian, hingga furniture.
Berbagai media sosial mereka gunakan, mulai dari website, facebook, instagram, twitter, BBM, whatsapp, dan sebagainya.  Berbagai produk dipajang melalui akun media sosial tersebut, tentunya dipajang dengan menampilkan yang terbaik dari produk tersebut.  Hal ini dilakukan, dengan harapan semua orang yang singgah ke akunnya tersebut, akan tertarik dan selanjutnya memutuskan berbelanja.  
Acap kali ketika kita pun berbelanja secara online, dengan beberapa alasan, diantaranya :
1.       Menghindari kemacetan. 
Terlebih untuk di kota besar, kita akan terasa sangat malas keluar dari rumah hanya untuk berbelanja sebuah barang.  Online shop ini memberikan kemudahan pada kita untuk hal ini.  Tiada kemacetan, kita hanya mengklik sebuah barang yang kita inginkan, melakukan pembayaran, dan tinggal menunggu barang itu sampai ke kita.
2.       Barang tersebut hanya dijual secara online. 
Saya pernah mengalami, mencari sebuah baterai telepon seluler, dicari ke service centre resmi di kota saya, eh tidak menemukan yang tersedia.  Saya harus memesannya terlebih dahulu, sementara saya bisa bisa mendapatkannya empat bulan kemudian.  Waktu yang cukup lama, mengingat telepon seluler menjadi barang kebutuhan pokok buat saya.  Akhirnya, melalui salah satu situs jual beli online, saya bisa membeli baterai sejenis, original pula. 
Di lain kesempatan, setelah mencari info, saya akhirnya membeli batik khas Madura secara online, karena batik terssebut sulit saya dapatkan di kota saya.
Nah, alasan-alasan tersebut yang membuat kita kadang kala kalap ketika berbelanja online.  Lalu bagaimana cara kita menyikapinya?
1.       Belilah barang yang kita butuhkan, bukan kita inginkan.
Kendali utama adalah di diri kita sendiri, bagaimana kita berbelanja karena kebutuhan bukan keinginan.  Membeli baju ya karena kita membutuhkannya, karena baju lama sudah kusam, atau kekecilan, bukan karena modelnya yang bagus.
2.       Selektiflah mengikuti akun media sosial penjual barang-barang online.
Jika memang sulit menjaga diri agar tidak kalap berbelanja online, maka saran saya unfollow-lah akun media sosial yang menjual barang-barang yang bikin kita galau, hingga akhirnya kalap berbelanja.  Alih-alih cuci mata seperti alasan kita sebelumnya, tapi malah menguras isi kantong kita, waaah lebih membahayakan!  Jadi selanjutnya, kita akan tetap nyaman berselancar di dunia maya, tanpa harus cemas.
3.  Bikin standar dana maksimal untuk berbelanja kebutuhan secara online selama kurun waktu tertentu.
Jika kedua cara tersebut masih belum berhasil, cara lainnya, buatlah satu rekening tersendiri untuk berbelanja kebutuhan bulanan, termasuk di dalamnya berbelanja online.  Batasi isi dari rekening tersebut, sehingga ada rem ketika kita keasikan berbelanja online.
4.       Selektiflah membeli barang secara online.
Caranya salah satunya adalah rajin berselancar di akun penjual barang online, cari harga termurah, dengan tetap mempertimbangkan kualitasnya.  Cara lain gunakan promo yang mereka tawarkan pada saat-saat tertentu.  Atau berbelanjalah secara rombongan, dengan teman atau saudara, sehingga meringankan ongkos pengiriman.
Tidak kalah pentingnya adalah memperhatikan kredibilitas dari penjual online tersebut serta kualitas barang-barang yang mereka tawarkan.  Hal ini bisa dilihat dari testimoni yang disampaikan.
So, bijaklah berbelanja online, agar kita mendapatkan manfaat secara nyata dari belanja online.
Sleman, 14 Maret 2016 

2 komentar:

  1. klo aku belanaj online biasane di kenalan...pernah juga di tempat yg blum kukenal; gak mikir lebih mahal ataukah murah, tp yg kupikirin...tetangga ga tau klo aku barusan beli barang...kan aku gak datang dr bepergian dg nenteng barang...barang kan dateng via paket...taunya aku dapet kiriman, bukan blanja hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siiiip, benar juga yaaa,..
      Itu juga alasanku kalau belanja online mba, biar gak ketahuan suamiku sih, kalau istrinya habis belanja, hehe,. :D
      Tapi kelemahannya, tahu2 saldo di rekening menyusut cepat, gegara dipakai untuk transaksi online, bahaya lagi kalau terdaftar internet online atawa sms banking. :D
      *maaf baru respons, mba Tinbe

      Hapus