Rabu, September 10, 2008

bercermin dari mba' tami ferrasta

siapa yang belum kenal nama yang satu ini? nama yang simpel, tami ferasta, siapakah beliau???

Beliau adalah istri dari Ferrasta Soebardi (atau selama ini kita kenal sebagai mas pepeng, artis serta komedian yang terkenal karena kuis Jari-jari-nya,...) yang sekarang menderita Multiple Sclerosis (MS, red.) dan terpaksa beristirahat dan terkadang beraktifitas di atas ranjangnya,...

Lalu kenapa saya menulis tentang mba' Tami Ferrasta?

Di acara Indosiar tadi pagi "mamah dan aa' curhat ramadhan", beliau hadir dan menceritakan sebagian penggalan kisahnya bersama mas pepeng, terlebih lagi dengan keadaan mas pepeng yang sedang sakit.

Kata mba' Tami -ketika ditanya bagaimana perasaannya ketika mendengar bahwa mas pepeng menderita MS- bahwa saat itu dia bingung bagaimana akan menerangkan pada mas Pepeng, tentang penyakitnya itu, dia bingung apakah mampu mendampingi mas Pepeng, apakah dia kuat, kemudian dia bercerita bahwa dia sempat menangis di dalam mobil yang dikendarai sopirnya berkeliling jalan tol, intinya adalah dia menyiapkan diri untuk tidak menangis di hadapan mas Pepeng ketika menyampaikan kondisinya yang sebenarnya.

Lalu ketika sampai ke rumah, mba' Tami menyampaikan hasil pemeriksaan dokter bahwa dia menderita MS, maka saat itu jawaban mas Pepeng hanya "Alhamdulillah, akhirnya saya tahu apa penyakit saya,..."

Kata mba' tami, saat itu malah saya bingung dan malu, kenapa saya yang bukan penderita malah khawatir dan bingung, sementara mas Pepeng yang penderita aja nyantai.
Dan sejak saat itu, mas Pepeng adalah guru bagi mba' Tami, guru bagi kesabarannya, guru bagi kesetiaannya, guru bagi keikhlasannya,...

Hingga sekarang mba' Tami senantiasa menyandarkan segalanya pada Tuhan, dalam kondisi apapun dia selalu menanyakan pada Tuhan, apa yang harus aku lakukan,...
Walau kadang mba' Tami juga merasakan lelah, tersedot energinya ketika merawat mas Pepeng, namun Tuhan pula lah yang mengembalikan energinya....

Dari cerita itu, saya bisa menangkap bahwa sosok seperti mba' Tami inilah yang sangat hebat, sangat patut ditiru, sosok dengan energi positif. Energi positif ini ternyata ditularkan juga oleh mas Pepeng, yang mana dia mengajarkan bahwa
"Hidup ini anugerah, maka jangan disia-siakan, dan tidak ada yang salah dengan hidup ini, jangan pernah menyalahkan siapapun atas kehidupan ini, karena Tuhan maha memberi dan mencitai hamba-Nya"

Lalu ingatan saya terkenang pada 2 bulan yang lalu, ketika suami saya dianjurkan untuk menjalani operasi
undescent testes,...
Jujur, saat itu saya bingung, karena tidak biasanya saya dituntut jadi hero, mendampingi dia, melayani dia, mendampingi dia, biasanya saya yang menuntut suami saya untuk melayani saya, hehe,.. :)

Saya tahu operasi itu bisa berjalan dengan mulus, dan kita hanya bisa berdoa, memohon pada-Nya, tapi saat itu saya sangat khawatir. Saya hanya khawatir, sanggupkah saya???
sanggupkah saya menjadi perawat bagi suamiku, menjadi "hero" baginya? tanpa mengeluh, sanggupkah saya????

Saya sangat malu pada Tuhan, selama ini pengabdian saya sebagai istri terhadap suamiku sangatlah minim, sangatlah jauh dari sempurna, malah terkadang saya nggak bersyukur udah dikasih suami yang baik dan sholeh seperti dia. Saya sering kufur nikmat, saya jadi malu,...

subhanallah, seperti halnya mas Pepeng, suamiku (mas Burhanuddin) juga santai aja menjalani operasi ini, lillahi ta'ala aja, begitu katanya,...

Akhirnya operasi dijalani di Rumah Sakit Ibnu Sina, pada tanggal 23 Juli 2008, dan suamiku menjalani rawat inap hingga tanggal 25 Juli 2008. Semuanya berjalan dengan baik dan sempurna, alhamdulillah,... (tidak seperti kekhawatiranku sebelumnya)

Dan tahu tidak, ketika aku menelpon kakak kandungku, mas Ajis, dan menceritakan tentang hal ini, kata beliau
"seseorang pasti dikasih ujian/tes untuk naik ke tingkat berikutnya, seperti halnya anak sekolah aja, sekarang kamu sedang diuji, pasti setelah ini kamu naik tingkat,.."

Sekarang dengan melihat acara tadi pagi dan review pengalamanku 2 bulan yang lalu, maka aku semakin malu pada-Nya, dan kembali berjanji pada-Nya "
ya Rabbi, terimakasih telah memberikan suami yang sangat hebat buatku, aku akan tetap menjaga keikhalasan, kesetiaanku padanya, apapun yang terjadi,..."
Semoga,.......

I love you, kangmasku,...