Rabu, Juni 04, 2008

sense of urgency,...

Kata-kata ttg sense of urgency ini pertama kali aku baca di blog sahabatku, (ini malah ngutipnya belon minta ijin padanya,hehe,...)

Dan tulisan ttg sense of urgency ini benar2 melecutkan kembali motivasiku yang sempat melempem.

Inilah tulisan dari sahabatku tersebut (ini aku kutip persis dari blognya)

Kebanyakan orang terlena dengan keadaan nyaman ( comfort zone), apapun bentuknya misalnya tidak punya hutang,sudah punya rumah, sudah punya mobil, sudah jadi manajer dan semua bentuk2 comfort zone yang kadang melenakan kita untuk tidak melakukan lompatan quantum (quantum leap) dalam hidup ini.
Ada seorang rekan saya di kantor, beliau sudah jadi manajer dan sepertinya hidupnya sudah merasa nyaman, suatu saat beliau dan istrinya ingin membuat suatu usaha wiraswasta, entah apapun bentuknya, sudah mengexercise beberapa jenis bisnis, dari cuci mobil otomatis, rental PlayStation, warnet, usaha katering, sudah pernah dibuatkan Financial Analisys nya dan rencana pengembangan nya akan bagaimana, tapi sampai detik ini semua perencanaan itu hanya sebagai file di komputer belaka, hanya menuh-menuhin hardisk di laptopnya, Kenapa....?

Itulah yang disebut dengan tidak mempunyai "sense of urgency", dengan keadaan dia yang nyaman, sudah jadi manajer, tiap hari anter jemput, mobil ada, rumah besar, mau apa lagi yang dicari...(begitu katanya). Trus bagaimana kalau itu terjadi pada kita, dan kalau emang itu sudah terjadi pada kita semua sudah tercukupi, bagaimana menimbulkan sense of urgency ...nya sehingga kita merasa perlu dan penting untuk ber wirausaha, sehingga kita merasa perlu untuk merubah mindset kita....How Come...

Jack Welch ketika memimpin GE ( General Electric) merasa perlu untuk menimbulkan "sense or Urgency" di karyawan nya, dengan cara mengajak para karyawan nya berpikir kelemahan-kelemahan GE , dan faktor-faktor apa ygn bisa menghancurkan GE, dengan membuat simulasi, dengan tujuan berikutnya adalah membuat langkah2 antisipasif untuk menutup kelemahan-kelemahan itu untuk menjadikan perusahaan GE tidak hanya exis dan stabil tetapi berkembang lebih maju lagi dan melesat meninggalkan para pesaingnya, padahal pada waktu itu GE juga termasuk dalam 3 besar di industrinya.

Trus how come untuk kita....bagaimana kita menerapkan cara-cara yang pernah dilakukan GE, padahal kita belum punya usaha apapun....
Seperti pernah ditulis oleh Nicholas Morgan dalam artikelnya yang muncul di fastcompany.com edisi November 1996,

Cara pertama adalah membuka pikiran kita terhadap berbagai ide yang ada di sekeliling kita. Ide-ide ini bisa kita jadikan masukan yang berharga untuk melakukan perubahan. Misalnya kita ingin memulai usaha baru, kita perlu mensurvei (misalnya: di buku-buku, majalah, internet, forum diskusi, interview, pengamatan) ide-ide mengenai usaha baru yang diminati, atau startegi-strategi yang telah dilakukan oleh pengusaha-pengusaha yang telah sukses. Cara kedua adalah melakukan networking seluas-luasnya untuk mendapat ide-ide perubahan yang sebanyak-banyaknya. Dari ide-ide ini bisa kita pilih yang terbaik, atau bisa kita kombinasikan menjadi ide baru (copy from Nicholas Morgan, fastcompany.com,1996)

Keluarlah anda dari comfort zone, biarkan alam pikiran anda menerawan jauh ke depan, bermimpi setinggi tinggi nya, membayangkan anda tidak hanya seorang manajer, tetapi seorang CEO, membayangkan anda bukan hanya punya mobil kijang innova tetapi ferrari keluaran terbaru, membayangkan anda membantu ribuan fakir miskin dengan program2 pemberdayaan ekonomi anda, terbanglah menuju bulan.....biarkan mimpi anda melonjak menembus dimensi udara.

Dengan anda berpikir melambung maka anda akan merasa kecil , anda akan merasa belum seberapa, anda akan merasa masih banyak orang yang bisa saya bantu seandainya saya menjadi Milyuner, jangan pernah merasa puas dengan apa yang kita capai saat ini, hal ini tidak berarti kita tidak bersyukur loh...jangan salah...seringkali kita menganalogikan wah itu namanya gak bersyukur...itu namanya gak puas2...Bersyukur adalah pekerjaan yang aktif bukan pasif, mengapa aktif, karena bersyukur adalah dengan cara memaksimalkan semua potensi kita...ingatlah ketika Rasul kita bersabda, sebaik-baik manusia adalah yang berguna untuk manusia lain nya....

ketika sekarang sudah punya karyawan 10 di usahanya....tingkatkan menjadi 100...1000...10000

ketika sekarang anda punya 2 buah toko, tingkatkan menjadi 5 toko, 10 toko kemudian menjadi distributor, tingkatkan menjadi pabrik, tingkatkan menjadi superblok.....

ayo timbulkan sense of urgency kita, kita bangun masyarakat enterpreneur, kita tampung para pengangguran....kita tingkatkan pertumbuhan ekonomi kita....."

Jujur, setelah baca tulisannya, aku jadi mikir kenapa aku malah nggak bangkit juga, sementara aku ndiri banyak utang, gubug masih nyicil, mobil belon punya, kok aku masih aja pasrah dan nyaman dengan keadaanku saat ini.
Kadangkala aku ngerasa nyaman dengan kondisiku sekarang, asal bisa makan kenyang udah cukup bagiku, sementara sahabatku itu malah telah melejit dengan karya2nya dan dia telah merintis menjadi enterpreunership, sementara aku?????

wake up, honey,...
inget Tin, kamu punya impian untuk menjadi salah satu orang yang paling banyak membayar zakat maal.....

lalu bagaimana sekarang bisa mewujudkannya, sementara kondisiku masih seperti????





Pria-pria yang ganjen dan gatal

Ups, jangan protes dulu baca judul di atas..!!
Saya mengatakan demikian bukannya tanpa alasan lho. Dari beberapa sampel pria emang punya hobi ganjen dan gatel. Bahasa kerennya mereka doyan “flirting”, hehe... Kalopun bukan hobi, ya mereka punya indikasi untuk jadi ganjen dan gatel.

Yang protes harap sabar…!
Tunggu saya menyelesaikan tulisan saya ini.
Contoh 1 : ketika saya pertama datang ke Padang ini (sebagai Pegawai baru, tentunya) entah berapa orang yang menawarkan diri untuk menemani makan siang atau sekedar jalan-jalan (padahal mereka sudah beristri, atau sudah bertunangan). Dan jujur, saya mendapatkan beberapa sexual harrashment dari mereka. Saya tidak pernah mengenakan pakaian yang merangsang, atau juga perilaku yang saya pikir jauh dari ganjen. Tapi ya itulah, ternyata mereka tidak pernah ada kapoknya. Belum lagi ada sms maupun miscall yang nggak pernah juntrungannya. Mungkin mereka sedang “iseng-iseng berhadiah”, siapa tahu beruntung. Maksudnya beruntung mengajak saya pergi dan sebagainya. Karena ajakan mereka bukan ajakan sebagai rekan kerja yang tulus mengajak saya makan siang atau jalan-jalan, namun mereka seakan-akan ingin menunjukkan that they can do that.
Ternyata hal ini tidak hanya terjadi pada saya, namun melanda dua teman sekantor saya yang juga Pegawai baru (mereka gabung dua tahun setelah saya gabung). Hingga menimbulkan trauma dan antipati bagi cewek seperti kami.

Contoh 2 : Seorang teman cewek saya(lagi-lagi teman sekantor) bercurhat pada saya, bahwa ada seorang cowok dari divisi lain yang menyatakan cinta padanya, dan memaksanya menerima cintanya walaupun tahu kalo si cewek ini udah punya pacar serius. Si cowok ini pun ikhlas jadi “sephia”,asalkan jadi pacar si cewek tersebut. Padahal si cowok pun pada saat itu juga punya cewek yang tidak kalah cantiknya, dan mereka sudah pacaran 5 tahun.
Betapa mengenaskan, si pacar yang telah dipacarinya selama 5 tahun akan ditinggalkan, atau minimal diduakan gara-gara dia mengenal cewek lainnya.

Contoh 3 : Seorang sobat kental saya (cowok) juga nekat menyatakan cintanya pada seorang cewek, dimana cewek itu juga sudah punya pacar/tunangan yang serius. Si cowok ini nekat selalu mengapeli dan menelpon si cewek, malah tak jarang menjemputnya ke kantor tempat si cewek kerja. Untungnya, pacar si cewek ini berada di luar kota, jadi agak sedikit aman lah. Padahal teman saya yang cowok ini juga punya pacar di luar kota juga, tapi dia nekat ingin jadi pacar si cewek ini. Istilahnya, sama-sama jadi “sephia”nya lah. Gila nggak sih????
Hebatnya, si cewek ini juga sama ganjennya, dia meladeni pula ulah si cowok ini.
Belakangan, ketika si cewek ini menikah dengan tunangan dia yang asli, teman saya ini ngamuk berat. Katanya dia udah kadung cinta ama itu cewek, dan dia merasa selama ini udah kemana-mana bareng, masa’ nikahnya ma orang lain. Untungnya, si cewek udah insyaf, dan dia tidak meladeni ulah si cowok itu lagi. Cewek ini udah nikah dengan tunangannya yang asli dan mereka bahagia.  sementara sobat saya gigit jari (kacian deh lu,..!!!)
Contoh 4 : Ada seorang teman cowok yang telah menikah, dan mereka mempunyai dua orang anak. Umur mereka tidak terpaut jauh lah, maklum mereka memang pasangan muda.
Sepintas mereka terlihat harmonis dan bahagia, namun ternyata si suami agak sedikit gatal. Dia sering menelpon dan kirim sms nggak penting yang agak menjurus ke teman cewekku yang kebetulan masih lajang.
Kalo sms atau telpon tentang kerjaan itu masih bisa dimaklumi, namun jika smsnya nggak penting, sekedar ngucapin met malam, udah makan malam belon? Itu patut diwaspadai. Dan parahnya, hal ini dilakukan ketika si istri sedang keluar kota. Ketika si istri telah kembali ke rumah, sms dan telpon itu pun berhenti dengan sendirinya.
Apa ini bukan namanya gatel???

Contoh 5 : Eh kasus yang sejenis juga ada, si cowok yang terkesan pria baik-baik, suami yang sholeh, ayah yang baik, ketika pergi keluar kota memanfaatkan waktunya untuk “flirting” menjajal kemampuannya utk menaklukan hati cewek dengan mengajukan proposal untuk “bercinta” dengan pacar lamanya yang berada di kota tersebut. Kalo bukan gatel, apa namanya???

Contoh 6 : Ada seorang kenalan yang sudah menikah lama dan telah mempunyai 2 anak (yang paling besar sudah SMU), kisaran usia mungkin 40tahunan. Dia pun masih tetap berpacaran dengan pacar lamanya walaupun dia sudah menikah. Segala sesuatu dibelikan untuk sang pacar ini agar luluh hatinya. Belum lagi acara makan siang maupun makan malam bersama. Apalagi yang ada dalam benak si bapak ini, sementara kedua anaknya sudah ABG, beliau masih senang berpacaran. Yang ini sih namanya gatel stadium III, parah banget,..!!

Contoh 7 : Ada kenalanku cowok, sebut saja namanya Suranto, dia baru menikah 2 tahunan yang lalu, dan sekarang baru mempunyai anak pertama yang berusia 4bulan. Sepintas dia adalah orang alim, orang baik-baik, rajin, dan sayang istri. Namun dia ternyata diam-diam menikam istrinya dari belakang tanpa ketahuan. Bagaimana caranya? Ternyata Suranto ini menghubungi kembali pacar lamanya, dan kembali mengatakan bahwa dia masih kangen padanya, masih mencintainya, tidak bisa melupakannya, dan berbagai bullshit lainnya. Untungnya si pacar lama ini tidak meladeni ulah gila Suranto ini, karena dia sendiri juga sudah menikah dan hidup bahagia dengan suaminya. Parahnya, mereka bertiga (Suranto, istrinya dan pacar lamanya) adalah teman sebelum menikah. Dan istri maupun pacar lama ini pun masih berteman akrab, si pacar lama ini sangat merasa bersalah dengan Ny.Suranto dan juga sangat muak dengan Suranto, kok bisa ada cowok setega itu.
Pembaca, kalo yang ini ganjen jenis apa ya? Stadium berapa?

Contoh 8 : kalo yang ini tah isengnya ABG (eh tapi yang nglakuin bapak-bapak umuran 40tahunan). Beliau suka banget sms atau miscall ke sembarang nomor dan minta kenalan, ABG banget kan????
Padahal anaknya udah lima lho,.. ato jangan-jangan jaman dia muda nggak ada HP, so dia pubernya telat. Ato malah dia lagi puber kedua ya?? Hii,... 

Contoh 9 : Ada seorang bos di perusahaan tetangga yang jatuh cinta pada anak buahnya, padahal dia juga sudah menikah. Bencinya, dia mengemukakan alasan klise bahwa dia dinikahkan dan tak ada cinta di antara mereka. Si anak buah ini sampai akhirnya juga jatuh cinta, walaupun awalnya dia hanya ingin iseng-iseng. Ternyata efeknya nggak seiseng awalnya, terlalu kusut untuk diluruskan, dan di bos ini pun santai aja tanpa merasa bersalah ingin menceraikan istrinya. Untungnya si anak buah ini yang mengambil inisiaif untuk mundur, dia juga perempuan, yang bisa sakit hati jika para pria sudah “flirting”, dan dia tidak mau terkena hukum karma –yang katanya ada-.

Contoh 10 : ada yang mau nyumbang contoh lainnya????? Atau jangan-jangan dari pembaca punya pengalaman sebagai cowok ganjen lainnya? Jangan sungkan-sungkan untuk ngaku, dijamin aman kok. 

Kalo ada protes, silahkan,...
Saya Cuma heran, kok mereka mau melakukan itu semua, apa karena pada dasarnya cowok tu suka sesuatu yang menantang???
Apa dasarnya mereka melakukan itu semua? Apa benar ketika mereka bilang “I love U” ke selingkuhannya, mereka benar-benar mencintainya, atau hanya lip service belaka? Mereka benar-benar cinta atau hanya nafsu sih????

Can U tell me???