Selasa, Desember 30, 2014

Benny Rhamdani berbagi Tips dan Trik Menulis Cerita Anak

Workshop #BeraniNulisBuku Cerita Anak ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 Desember 2014 yang lalu, di Yogyakarta.  Pada kesempatan kali ini, narasumbernya Benny Rhamnadi, Editor in Chief Mizan Publishing.
Pada postingan kali ini, saya jabarkan poin-poin penting untuk menulis cerita anak. Banyak  hal yang telah dikemukakan kang Bhain (panggilan akrab kang Benny Rhamdani, red.).  Sebagai pembuka, kang Bhain mengatakan bahwa ide harus diwujudkan.  Proses kreatif untuk mendapatkan ide cerita dapat diperoleh dari banyak hal.
Kumpulkan
Pilih

Tulis
ü Lingkungan
ü Media
ü Person
ü Diri sendiri/
Interpersonal
ü Unik
ü Bernilai
ü Inspiratif
ü Outline
ü Tulis
ü Self editing

J  Bisa jadi ide banyak, tetapi tidak semuanya ditulis.  Pilih ide yang unik saja.  Apa definisi unik? Unik artinya ide tersebut belum pernah tertera di karya orang lain.
J Bernilai, harus kita perhatikan apa nilai dari cerita tersebut.  Juga cari tahu apa manfaatnya bagi pembaca.
J  Inspiratif, harus bisa menginspirasi.
J  Self editing is a must!
J  Bagaimana cara membuat outline cerita anak? Buatlah per halaman, buatlah simpel.
J  Contoh-contoh plot cerita anak :
v  Pada suatu masa………………………………  Setiap hari………………………...  Tiba-tiba …………………………………………..  Kemudian…………………….  Akhirnya………………
v  Sehari dalam hidup X, misalnya sehari sebagai penulis, sehari sebagai penari balet.
v  Pengalaman pertama X, misal pengalaman pertama ke luar negeri, pengalaman pertama memasak.
v  Tokoh tertidur dan bermimpi.
v  Cerita perjalanan.
v  Penyelesaian masalah tokoh (misal memecahkan kacamata ibu).
v  Metamorphosis (tentang hewan-hewan, kupu-kupu, katak, ular)
J  Kekuatan cerita anak di karakternya, terlebih jika cerita tersebut fantasi.
J  Cerita anak jangan dibatasi logika.  Jika masih ragu, dibuatkan semacam “jembatan” dengan kondisi nyata.
J  Tips mengembangkan ide cerita :  berpikir bebas, kemudian bangun karakter yang unik, gambarkan secara jelas, semua 5W+1H harus terangkum, dan selesaikan endingnya.
J  Fungsi membaca :
ü Sebagai cermin.  Sering kita membaca sebuah cerita/buku, kemudian kita berceletuk “cerita ini mirip dengan kisah hidupku”.  Sebuah cerita belum tentu menjadi cermin bagi semua orang, hanya sebagian saja.
ü Jendela dunia.  Buku adalah jendela dunia, hal ini tepat, karena dengan membaca buku, kita bisa tahu banyak hal diluar kehidupan di sekeliling kita.
ü Pintu geser/sliding door.  Sebuah buku/cerita dikatakan sukses, jika bisa menjadi sliding door bagi pembacanya, sehingga pembaca bisa masuk ke dalam cerita, dan seolah-olah mengalami sendiri ceritanya.
J  Sebuah ide lebih baik dipikirkan dengan setting yang berbeda, dari sudut PoV yang berbeda.  Misalnya tema anak kecil yang trauma dengan ombak di pantai.  Ide tersebut sangat biasa jika memakai PoV si anak kecil.  Tetapi dengan mengubah PoV, yaitu si ombak, ide cerita ini menjadi unik.
J  Lalu bagaimana cara membuat judul?  Judul harus mencerminkan tema cerita, judul harus menarik perhatian, tetapi judul jangan sampai membocorkan cerita.
J  Membuat paragraf awal yang baik, bisa diawali dengan :
ü  Bunyi benda.
ü  Dialog (kata-kata yang diucapkan oleh para tokoh yang kita buat).
ü  Pengenalan tokoh.
ü  Deskripsi, yaitu penggambaran suasana yang statis, cenderung tetap, seperti suasana alam di pagi hari, suasana kelas, dll.
ü  Narasi, yaitu penggambaran kondisi dinamis, gerak/action tokoh-tokohnya
J  Kalimat pertama harus menarik.
J  Kemudian setelah paragraf pertama, lalu bagaimana?  Selanjutnya mulailah menulis semuanya, sesuai tema. Bersenang-senanglah!  Jangan lupa padukan dengan baik antara dialog, narasi dan deskripsi.  Agar lebih optimal pengerjaannya,  setelah selesai, coba baca dengan suara keras, cerita yang telah kita tulis tersebut.  Perhatikan dengan seksama, apakah cerita tersebut sudah nyaman kita baca?  Jika belum, perbaiki!
J  Anak-anak menyukai buku atau cerita yang membuat bahagia.  O.K.I, jangan terlalu berat untuk anak-anak.
J  Jika mengalami kesulitan dalam penokohan, pakailah tokoh yang kita kenal, tetapi ditempelkan dalam tokoh yang kita tulis.  Misalnya teman kita suka makan, maka kita bikin tokoh seorang kurcaci yang doyan makan.
J  Jangan terlalu panjang, maksimal polanya SPOKK.
J  Jadi penulis, haruslah peka terhadap kesalahan.  Sering-seringlah auto-editing.  Hal ini mengasah kepekaan kita dalam membuat kesalahan.  Salah satu caranya ketika kita membaca buku, siapkan pensil, lakukan koreksi terhadap buku tersebut.
J  Nama tokoh usahakan berbeda, agar pembaca tidak bingung.  Terlebih ini adalah cerita anak, pakailah nama yang berbeda.  Tokoh yang ditampilkan juga tidak perlu banyak, sedikit tetapi berbeda.


Bagaimana Menembus Penerbit?
J  1st, stalking webnya, cari tahu bagaimana kebijakan perusahaan tersebut.
J  2nd, pergi ke toko buku, lihat-lihat buku terbitan penerbit tersebut.  Perhatikan juga apa saja yang laris, sedang booming.  Lakukan wawancara informal dengan calon pembeli yang ada di took tersebut.  Apa kira-kira yang mereka harapkan, dll.
J  Berkomunitas.  Dengan berkomunitas, maka semangat akan tetap terjaga.
J  Buatlah seri.  Kenapa? Penerbit lebih menyukai buku-buku seri, karena mudah bagi mereka untuk berpromosi.  Selain itu, buku seperti ini dikonsep sejak awal, sehingga pengerjaannya lebih mudah, karena mengikuti pola awal, baik isi buku maupun pengemasannya.  Dari segi promosi juga akan lebih efiesien bagi penerbit.  Alasannya lainnya, jika diterima pasar, maka akan lebih cepat membuat turunan serinya.
Misalnya cergam seri Frozen, cergam seri Ipin-Upin.
J  ATM : Amati, Tiru, Modifikasi!
J  Buatlah proposal : jabarkan SWOT
J  Jangan lupa, perhatikan kemasannya.  Kemasan mencakup : logo/ikon buku seri tersebut, bagaimana pola covernya, dan jangan lupa pilihlah illustrator yang tepat.



See, banyak yaa trik dan tips menulis cerita anak, mari kita praktekkan bersama-sama yaaa,. Salam sukses untuk kita semua,. :)