Senin, November 03, 2008

Ingin hijrah ke Jogja,.. (niru lagu the changcuters, ”hijrah ke london”)

Jogja,..jogja,..

Ingin hijrah ke jogja,..

Jogja,..jogja,...

Ingin kumenyusurinya,...

(dinyanyikan dengan cara the changcuters menyanyikan reff lagu ”hijrah ke london”)

Kalimat tersebut bukan hanya sekedar ikut2an lagunya the changcuters, namun benar2 keinginan dari dalam hati sejak akhir tahun 2006 yang lalu. Benar2 keinginan terdalamku,..

Makanya ketika ada kesempatan pengajuan alih tugas ke Jogja pada akhir tahun 2006, aku mengajukan pindah ke Taman nasional Gunung Merapi, namun entah kenapa, teman2 angkatanku lainnya dapat pindah ke Taman Nasional Gunung Ceremai, sementara pengajuanku entah dimana macetnya, hingga nggak keluar SK alih tugas-nya.

Tapi itu tidak menyurutkan keinginanku, awal tahun 2008 aku kembali mengajukan permohonan alih tugas ke Taman Nasional Gunung Merapi. Aku telah bertugas di Padang sejak Desember 2002, jadi hingga sekarang aku telah lebih dari 5 tahun bertugas di Padang, hingga aku pun berhak mengajukan pindah.

Awalnya agak sulit, karena bos besarku di Padang (Kepala Balai KSDA Sumbar, red.) tidak memberikanku rekomendasi, namun akhirnya kepala seksi konservasi dua wilayah membantu melobikan ke beliau, hingga akhirnya surat pengajuanku dapat meluncur ke Sekditjen PHKA di Jakarta untuk kemudian diproses sesuai aturan yang berlaku. Sekedar info, hingga detik ini aku posting tulisan ini, proses pengajuan pindahku tinggal tunggu SK sampai di tanganku, katanya sih udah dikirim,...

Lalu kenapa aku terkesan gigih sekali mengajukan pindah ke jogja?

Banyak hal yang menguatkan keinginanku pindah ke jogja, antara lain :

1. Aku sangat ingin pindah ke jogja, selain karena biaya hidup disana jauh lebih murah dibandingkan biaya hidup di Padang, juga karena biaya mudik kami ke Purwokerto dan Semarang dari jogja juga sangat lebih murah dibandingkan dari Padang;

2. Alasan rasional lainnya adalah bos kantor yang aku tuju itu sudah aku kenal, karena beliau pernah bertugas di Padang (walaupun tidak menjadi bosku), dan beliau sedikit banyak mengetahui tentang cara kinerjaku;

3. Jika aku tak juga dapat besaiswa untuk sekolah lagi, maka aku ingin bisa sekolah S2 di Jogja (walaupun dengan biaya sendiri), karena biaya hidup sebagai mahasiswa disana sangatlah murah;

4. Kami sangat mencintai budaya Jawa, kami sangat merindukan kembali pada kultur yang nyaman, kultur yang sangat memberikan efek positif pada kami. Bukannya kami mengklaim bahwa budaya Jawa lah yang terbaik, namun kami bisa mengatakan bahwa budaya Jawa lah yang tercocok bagi kami. (Alasan-alasan apa yang membuat kami lebih menyukai budaya jawa dibandingkan budaya Minang dapat ditilik pada posting berikutnya, red.)

5. Aku ingat kalimat yang diterakan pada harian ”Suara Merdeka” (harian lokal masyarakat Jawa Tengah, red.) bahwa setiap orang yang pernah hidup atau singgah di Yogyakarta pastilah ingin kembali ke kota itu. Ternyata kalimat itu benar adanya, walaupun aku belum pernah tinggal lama di Yogyakarta, namun ternyata kerinduan itu juga menyerangku. Dulu waktu SMA, aku hanya pergi ke Jogja ketika liburan, dan itupun hanya berangkat pagi pulang sore pakai Kereta api, hanya untuk menyusuri jalan malioboro,....

Entah berapa penyair, pencipta lagu, seniman yang terinspirasi dengan kehidupan Yogyakarta,... masih ingat kan Malioboro-nya Kla Project???

Hebatnya Yogyakarta, bisa menjadi magnet bagi penduduknya maupun yang sekedar berwisata untuk kembali kesana,....

6. Aku dan suamiku ingin berbakti pada keluarga besar kami, ingin menyempatkan banyak waktu untuk saling berkunjung (hal yang sulit kami lakukan jika kami masih tinggal di Padang, karena secara matematis untuk berkunjung ke mereka, kami pasti mengeluarkan dana yang tidak sedikit). Orang tua kami yang masih hidup hanyalah mertua (dan sekarang beliau berdua tinggal di Semarang), kami sangat ingin berbakti ke mereka di sisa usia mereka,...

7. Masih banyak lagi hal yang ingin kulaksanakan di Jogja, aku ingin berwiraswasta disana, bikin kios, menjadi insan yang bermanfaat dengan memberikan peluang kerja pada masyarakat banyak (kata kawanku, istilah kerennya jadi TDA = tangan di atas = tangan yang memberikan penghasilan bagi orang lain). I hope I can realize this dream,... Moga2 setelah ini ada posting blogspot yang menggambarkan bisnisku, baik bisnis konvensional maupun bisnis online,..

Tak sabar rasanya aku pindah ke Jogja dan menapakkan langkah lagi untuk mewujudkan mimpi2ku dengan semangat yang positif, dengan keikhlasan hati yang besar dan yang pasti adalah berkah dari-Nya, amiin,......