Minggu, Desember 21, 2008

My Sparing Partner,...


Sebenarnya tulisan ini ingin aku tulis kemarin-kemarin, tetapi berhubung kesibukanku pindahan ke yogyakarta hadiningrat, so aku baru bisa nulis sekarang,...

Ini tentang kantor lamaku, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat, karena bagaimanapun aku selama 5 tahun kemarin tumbuh dan berkembang bersama mereka. Ada banyak hal yang aku peroleh baik kenangan baik maupun kenangan buruk, feedback positif maupun feedback negatif, semuanya aku peroleh disana.....

Kantor dengan 150 personil yang tersebar di seluruh Sumatera Barat, personil yang gigih menjaga kawasan konservasi di Sumatera Barat (cie,..). Diantara mereka banyak teman-teman yang benar-benar berperan nyata dalam pelaksanaan tugasku.
Di dalam tulisan ini, aku ingin say thank you for my sparing partners,....

Teh Eka Dhamayanti, S.Hut, M.T (teh, ini aku tulis lengkap-lengkap titelnya lho,…), she is the real old sister who I have in padang, she gives me a lot of things, cares, loves, ideas, everythings. Sorry that I didn’t go to swl-sjj before,.. 

Masku Surajiya, S.H. (mas, ini aku tulis titelnya dari STIH lho,…), yang ini bener-bener kakangku yang uaapiik tenan,.. aku mendapatkan segalanya dari beliau, perhatian, saran-saran dan juga tempat ngungsi (jadi inget jaman ngungsi waktu gempa yll.). makasih juga buat keluarganya mas jiyo ini (Uni Pinah, Mela, Yudi, dan Ikhsan) atas perhatian dan sense of welcome’nya,...

Lily Sri Ulina, S.Hut,.. Haha, ini dia sparing partnerku dalam segala hal, kerjaan, rumpian, hang out, etc (all in one dah,..!!!). Tiada hari tanpa merumpi dengannya, hehehe,... Thanks my sister,... I miss U, I miss to hang out with you, lets go to Ramayana, Pizza Hut, or Hau’s tea, wherever you want lah,.. btw, give my kiss for mahija yaah,..

Asep Hasbillah, S.Hut (finally, kamu jadi S.Hut juga,…) ini partnerku bertahun2 di PJLWA, thanks bro,… dia lebih muda dariku, jadi kadang nggak heran kalo dia suka banget cari perhatian, sok kece, n sering narsis,…hahahaha,… sorry yah aku duluan pindah, psst enak lho di yogya, mkn siang cukup dengan uang 4000-6000, apa nggak maknyuuus sep???

Rusdiyan P. Ritonga, AA Jusmar, Eko Pranoto S.Hut, Budi Novella, Jimmy Sahputra, Arliosa S.Hut, Agus Suparto, S.Hut, Khairi Ramadhan, S.Hut.T, M.Hut, Yon Rombi Sihotang, Adrianto, they’re my sparing partners,… thanks bro helping my job. You are the bestfriend that I have ever had, I’m nothing without you all,…

Siti Hawa, S.Hut, dia inilah kawanku kalo aku lagi pengin ke salon, hehe,... psst, tapi aku sering ngabur lho kalo dia udah show off her own, hehe jahat banget yah aku,…

Bu Ropina, Bu Maryunis, Bu Eni Zulidar, Bu Emi Yetty, Bu Warni, Uni Ani Rohaeni, Osti, Uni hasna, Uni yanti, Uni Risnita, semuanya makasih yaa, aku jadi kangen makan siang rame-rame kaya biasanya,.. aku juga kangen ama rujak party-nya,…

Tulang Fahrudin, jujur aku salut n acungkan dua jempol sekaligus untuk beliau, karena baliau loyal banget kalo kerja, ruajin banget tiap hari pasti datang awal, hebat dah,..!!! saking loyalnya sampai2 tas polhut dari jaman dulu nggak ganti-ganti, hehehe,…. Piss ya tulang,…  eh tulang, makasih udah kasih “kesempatan” aku jadi saksi ahli, walopun jadi deg-degan,…

Pak Zamri, mas Sutrisno, mas Syafril Suharto, bang Firman Chandra, mas Sektiyanto, bang Hermandies, bang Isroi, Da Sudirman, pak Yoharman, mas Sudarji, pak Murjono, pak Alfredi, bang Zaidi, Andi kaliang, etc,… makasih ya bapak2 semuanya,…

Taufik Syamsudin dan kang Ali, teman seperjuanganku sejak pengangkatan CPNS pertama, eh mereka udah pindah duluan ke jawa,….

Pak Hart Lamer Susetyo, maturnuwun nggih pak,.. eh beliau inilah yang kasih kesempatan aku pindah ke yogya lho,…

Ervi maswita dan Getrina Desvayanti, bagaimanapun kalian orang yang kujumpai pertama kali aku sampai di Padang, walau di tengah jalan banyak hal yg jadi duri perjalanan kita. Sahabat yang baik adalah orang yang tidak pernah mengungkit apa yang telah dia berikan ya bu,…

Pak Adi Putra, pak Indra Arinal, bu Siti Djuneti, pak Maryono Machmud, pak Syahrial, pak Sukarman Amir, pak Pudjiadi,... ini bos-bosku lho, bagaimanapun I have to say thanks for them, although sometimes they give me nothing, (hush,..!!!)

Pak Nasri Nazar, pak Tedi, Ali Imron, Edi Susilo, Adrinaldi, Yongki Riska, Hendra Yuriko, Andrik, Adek Hendra, and semuanya yang nggak bisa kusebutkan satu persatu, thanks yaah,….

Udah disebutkan semua belon yaah,… sekali lagi makasih banget ya bapak-bapak, ibu-ibu, abang-abang, uni-uni, n teman sekalian,….
Semoga Allah memberkahi kita semua, dan kita dipertemukan lagi suatu saat dan pasti lebih sukses semuanya,...

Minggu, Desember 14, 2008

finally, I move to yogya,..

finally,.. I move to yogya,...
tapi ternyata banyak hal yg memerlukan adaptasi, karena kan sebelumnya aku tinggal di padang (yang notabene beda banget ama yogya),...

ada sedikit yang bisa aku ceritakan,..
1. makanannya beda banget, lidahku udah familiar dgn masakan pedas khas padang , sementara di yogya cenderung manis and nggak pedas, dan ini bikin aku bingung pula lho,...

2. aku harus belajar kembali menggunakan bahasa jawa kromo, cos aku jarang banget pakai bahasa jawa kromo, palagi aku kan asline purwokerto yg kesannya cablak banget,...

3. kadang beberapa orang slow motion banget, hehehe ini yg kadang bikin BT,...

4. berhubung aku di yogya masih sendirian, ya aku kudu ngapalin jalan2, karena berangkat dari rumah ke kantor pake sepeda motor, hehehe,...

ada banyak yg ingin aku ceritakan, tapi ini aku online di warnet, so terbatas euy waktunya,...
ntar sambung lagi deh,...

Senin, November 03, 2008

Ingin hijrah ke Jogja,.. (niru lagu the changcuters, ”hijrah ke london”)

Jogja,..jogja,..

Ingin hijrah ke jogja,..

Jogja,..jogja,...

Ingin kumenyusurinya,...

(dinyanyikan dengan cara the changcuters menyanyikan reff lagu ”hijrah ke london”)

Kalimat tersebut bukan hanya sekedar ikut2an lagunya the changcuters, namun benar2 keinginan dari dalam hati sejak akhir tahun 2006 yang lalu. Benar2 keinginan terdalamku,..

Makanya ketika ada kesempatan pengajuan alih tugas ke Jogja pada akhir tahun 2006, aku mengajukan pindah ke Taman nasional Gunung Merapi, namun entah kenapa, teman2 angkatanku lainnya dapat pindah ke Taman Nasional Gunung Ceremai, sementara pengajuanku entah dimana macetnya, hingga nggak keluar SK alih tugas-nya.

Tapi itu tidak menyurutkan keinginanku, awal tahun 2008 aku kembali mengajukan permohonan alih tugas ke Taman Nasional Gunung Merapi. Aku telah bertugas di Padang sejak Desember 2002, jadi hingga sekarang aku telah lebih dari 5 tahun bertugas di Padang, hingga aku pun berhak mengajukan pindah.

Awalnya agak sulit, karena bos besarku di Padang (Kepala Balai KSDA Sumbar, red.) tidak memberikanku rekomendasi, namun akhirnya kepala seksi konservasi dua wilayah membantu melobikan ke beliau, hingga akhirnya surat pengajuanku dapat meluncur ke Sekditjen PHKA di Jakarta untuk kemudian diproses sesuai aturan yang berlaku. Sekedar info, hingga detik ini aku posting tulisan ini, proses pengajuan pindahku tinggal tunggu SK sampai di tanganku, katanya sih udah dikirim,...

Lalu kenapa aku terkesan gigih sekali mengajukan pindah ke jogja?

Banyak hal yang menguatkan keinginanku pindah ke jogja, antara lain :

1. Aku sangat ingin pindah ke jogja, selain karena biaya hidup disana jauh lebih murah dibandingkan biaya hidup di Padang, juga karena biaya mudik kami ke Purwokerto dan Semarang dari jogja juga sangat lebih murah dibandingkan dari Padang;

2. Alasan rasional lainnya adalah bos kantor yang aku tuju itu sudah aku kenal, karena beliau pernah bertugas di Padang (walaupun tidak menjadi bosku), dan beliau sedikit banyak mengetahui tentang cara kinerjaku;

3. Jika aku tak juga dapat besaiswa untuk sekolah lagi, maka aku ingin bisa sekolah S2 di Jogja (walaupun dengan biaya sendiri), karena biaya hidup sebagai mahasiswa disana sangatlah murah;

4. Kami sangat mencintai budaya Jawa, kami sangat merindukan kembali pada kultur yang nyaman, kultur yang sangat memberikan efek positif pada kami. Bukannya kami mengklaim bahwa budaya Jawa lah yang terbaik, namun kami bisa mengatakan bahwa budaya Jawa lah yang tercocok bagi kami. (Alasan-alasan apa yang membuat kami lebih menyukai budaya jawa dibandingkan budaya Minang dapat ditilik pada posting berikutnya, red.)

5. Aku ingat kalimat yang diterakan pada harian ”Suara Merdeka” (harian lokal masyarakat Jawa Tengah, red.) bahwa setiap orang yang pernah hidup atau singgah di Yogyakarta pastilah ingin kembali ke kota itu. Ternyata kalimat itu benar adanya, walaupun aku belum pernah tinggal lama di Yogyakarta, namun ternyata kerinduan itu juga menyerangku. Dulu waktu SMA, aku hanya pergi ke Jogja ketika liburan, dan itupun hanya berangkat pagi pulang sore pakai Kereta api, hanya untuk menyusuri jalan malioboro,....

Entah berapa penyair, pencipta lagu, seniman yang terinspirasi dengan kehidupan Yogyakarta,... masih ingat kan Malioboro-nya Kla Project???

Hebatnya Yogyakarta, bisa menjadi magnet bagi penduduknya maupun yang sekedar berwisata untuk kembali kesana,....

6. Aku dan suamiku ingin berbakti pada keluarga besar kami, ingin menyempatkan banyak waktu untuk saling berkunjung (hal yang sulit kami lakukan jika kami masih tinggal di Padang, karena secara matematis untuk berkunjung ke mereka, kami pasti mengeluarkan dana yang tidak sedikit). Orang tua kami yang masih hidup hanyalah mertua (dan sekarang beliau berdua tinggal di Semarang), kami sangat ingin berbakti ke mereka di sisa usia mereka,...

7. Masih banyak lagi hal yang ingin kulaksanakan di Jogja, aku ingin berwiraswasta disana, bikin kios, menjadi insan yang bermanfaat dengan memberikan peluang kerja pada masyarakat banyak (kata kawanku, istilah kerennya jadi TDA = tangan di atas = tangan yang memberikan penghasilan bagi orang lain). I hope I can realize this dream,... Moga2 setelah ini ada posting blogspot yang menggambarkan bisnisku, baik bisnis konvensional maupun bisnis online,..

Tak sabar rasanya aku pindah ke Jogja dan menapakkan langkah lagi untuk mewujudkan mimpi2ku dengan semangat yang positif, dengan keikhlasan hati yang besar dan yang pasti adalah berkah dari-Nya, amiin,......

Rabu, September 10, 2008

bercermin dari mba' tami ferrasta

siapa yang belum kenal nama yang satu ini? nama yang simpel, tami ferasta, siapakah beliau???

Beliau adalah istri dari Ferrasta Soebardi (atau selama ini kita kenal sebagai mas pepeng, artis serta komedian yang terkenal karena kuis Jari-jari-nya,...) yang sekarang menderita Multiple Sclerosis (MS, red.) dan terpaksa beristirahat dan terkadang beraktifitas di atas ranjangnya,...

Lalu kenapa saya menulis tentang mba' Tami Ferrasta?

Di acara Indosiar tadi pagi "mamah dan aa' curhat ramadhan", beliau hadir dan menceritakan sebagian penggalan kisahnya bersama mas pepeng, terlebih lagi dengan keadaan mas pepeng yang sedang sakit.

Kata mba' Tami -ketika ditanya bagaimana perasaannya ketika mendengar bahwa mas pepeng menderita MS- bahwa saat itu dia bingung bagaimana akan menerangkan pada mas Pepeng, tentang penyakitnya itu, dia bingung apakah mampu mendampingi mas Pepeng, apakah dia kuat, kemudian dia bercerita bahwa dia sempat menangis di dalam mobil yang dikendarai sopirnya berkeliling jalan tol, intinya adalah dia menyiapkan diri untuk tidak menangis di hadapan mas Pepeng ketika menyampaikan kondisinya yang sebenarnya.

Lalu ketika sampai ke rumah, mba' Tami menyampaikan hasil pemeriksaan dokter bahwa dia menderita MS, maka saat itu jawaban mas Pepeng hanya "Alhamdulillah, akhirnya saya tahu apa penyakit saya,..."

Kata mba' tami, saat itu malah saya bingung dan malu, kenapa saya yang bukan penderita malah khawatir dan bingung, sementara mas Pepeng yang penderita aja nyantai.
Dan sejak saat itu, mas Pepeng adalah guru bagi mba' Tami, guru bagi kesabarannya, guru bagi kesetiaannya, guru bagi keikhlasannya,...

Hingga sekarang mba' Tami senantiasa menyandarkan segalanya pada Tuhan, dalam kondisi apapun dia selalu menanyakan pada Tuhan, apa yang harus aku lakukan,...
Walau kadang mba' Tami juga merasakan lelah, tersedot energinya ketika merawat mas Pepeng, namun Tuhan pula lah yang mengembalikan energinya....

Dari cerita itu, saya bisa menangkap bahwa sosok seperti mba' Tami inilah yang sangat hebat, sangat patut ditiru, sosok dengan energi positif. Energi positif ini ternyata ditularkan juga oleh mas Pepeng, yang mana dia mengajarkan bahwa
"Hidup ini anugerah, maka jangan disia-siakan, dan tidak ada yang salah dengan hidup ini, jangan pernah menyalahkan siapapun atas kehidupan ini, karena Tuhan maha memberi dan mencitai hamba-Nya"

Lalu ingatan saya terkenang pada 2 bulan yang lalu, ketika suami saya dianjurkan untuk menjalani operasi
undescent testes,...
Jujur, saat itu saya bingung, karena tidak biasanya saya dituntut jadi hero, mendampingi dia, melayani dia, mendampingi dia, biasanya saya yang menuntut suami saya untuk melayani saya, hehe,.. :)

Saya tahu operasi itu bisa berjalan dengan mulus, dan kita hanya bisa berdoa, memohon pada-Nya, tapi saat itu saya sangat khawatir. Saya hanya khawatir, sanggupkah saya???
sanggupkah saya menjadi perawat bagi suamiku, menjadi "hero" baginya? tanpa mengeluh, sanggupkah saya????

Saya sangat malu pada Tuhan, selama ini pengabdian saya sebagai istri terhadap suamiku sangatlah minim, sangatlah jauh dari sempurna, malah terkadang saya nggak bersyukur udah dikasih suami yang baik dan sholeh seperti dia. Saya sering kufur nikmat, saya jadi malu,...

subhanallah, seperti halnya mas Pepeng, suamiku (mas Burhanuddin) juga santai aja menjalani operasi ini, lillahi ta'ala aja, begitu katanya,...

Akhirnya operasi dijalani di Rumah Sakit Ibnu Sina, pada tanggal 23 Juli 2008, dan suamiku menjalani rawat inap hingga tanggal 25 Juli 2008. Semuanya berjalan dengan baik dan sempurna, alhamdulillah,... (tidak seperti kekhawatiranku sebelumnya)

Dan tahu tidak, ketika aku menelpon kakak kandungku, mas Ajis, dan menceritakan tentang hal ini, kata beliau
"seseorang pasti dikasih ujian/tes untuk naik ke tingkat berikutnya, seperti halnya anak sekolah aja, sekarang kamu sedang diuji, pasti setelah ini kamu naik tingkat,.."

Sekarang dengan melihat acara tadi pagi dan review pengalamanku 2 bulan yang lalu, maka aku semakin malu pada-Nya, dan kembali berjanji pada-Nya "
ya Rabbi, terimakasih telah memberikan suami yang sangat hebat buatku, aku akan tetap menjaga keikhalasan, kesetiaanku padanya, apapun yang terjadi,..."
Semoga,.......

I love you, kangmasku,...

Rabu, Juni 04, 2008

sense of urgency,...

Kata-kata ttg sense of urgency ini pertama kali aku baca di blog sahabatku, (ini malah ngutipnya belon minta ijin padanya,hehe,...)

Dan tulisan ttg sense of urgency ini benar2 melecutkan kembali motivasiku yang sempat melempem.

Inilah tulisan dari sahabatku tersebut (ini aku kutip persis dari blognya)

Kebanyakan orang terlena dengan keadaan nyaman ( comfort zone), apapun bentuknya misalnya tidak punya hutang,sudah punya rumah, sudah punya mobil, sudah jadi manajer dan semua bentuk2 comfort zone yang kadang melenakan kita untuk tidak melakukan lompatan quantum (quantum leap) dalam hidup ini.
Ada seorang rekan saya di kantor, beliau sudah jadi manajer dan sepertinya hidupnya sudah merasa nyaman, suatu saat beliau dan istrinya ingin membuat suatu usaha wiraswasta, entah apapun bentuknya, sudah mengexercise beberapa jenis bisnis, dari cuci mobil otomatis, rental PlayStation, warnet, usaha katering, sudah pernah dibuatkan Financial Analisys nya dan rencana pengembangan nya akan bagaimana, tapi sampai detik ini semua perencanaan itu hanya sebagai file di komputer belaka, hanya menuh-menuhin hardisk di laptopnya, Kenapa....?

Itulah yang disebut dengan tidak mempunyai "sense of urgency", dengan keadaan dia yang nyaman, sudah jadi manajer, tiap hari anter jemput, mobil ada, rumah besar, mau apa lagi yang dicari...(begitu katanya). Trus bagaimana kalau itu terjadi pada kita, dan kalau emang itu sudah terjadi pada kita semua sudah tercukupi, bagaimana menimbulkan sense of urgency ...nya sehingga kita merasa perlu dan penting untuk ber wirausaha, sehingga kita merasa perlu untuk merubah mindset kita....How Come...

Jack Welch ketika memimpin GE ( General Electric) merasa perlu untuk menimbulkan "sense or Urgency" di karyawan nya, dengan cara mengajak para karyawan nya berpikir kelemahan-kelemahan GE , dan faktor-faktor apa ygn bisa menghancurkan GE, dengan membuat simulasi, dengan tujuan berikutnya adalah membuat langkah2 antisipasif untuk menutup kelemahan-kelemahan itu untuk menjadikan perusahaan GE tidak hanya exis dan stabil tetapi berkembang lebih maju lagi dan melesat meninggalkan para pesaingnya, padahal pada waktu itu GE juga termasuk dalam 3 besar di industrinya.

Trus how come untuk kita....bagaimana kita menerapkan cara-cara yang pernah dilakukan GE, padahal kita belum punya usaha apapun....
Seperti pernah ditulis oleh Nicholas Morgan dalam artikelnya yang muncul di fastcompany.com edisi November 1996,

Cara pertama adalah membuka pikiran kita terhadap berbagai ide yang ada di sekeliling kita. Ide-ide ini bisa kita jadikan masukan yang berharga untuk melakukan perubahan. Misalnya kita ingin memulai usaha baru, kita perlu mensurvei (misalnya: di buku-buku, majalah, internet, forum diskusi, interview, pengamatan) ide-ide mengenai usaha baru yang diminati, atau startegi-strategi yang telah dilakukan oleh pengusaha-pengusaha yang telah sukses. Cara kedua adalah melakukan networking seluas-luasnya untuk mendapat ide-ide perubahan yang sebanyak-banyaknya. Dari ide-ide ini bisa kita pilih yang terbaik, atau bisa kita kombinasikan menjadi ide baru (copy from Nicholas Morgan, fastcompany.com,1996)

Keluarlah anda dari comfort zone, biarkan alam pikiran anda menerawan jauh ke depan, bermimpi setinggi tinggi nya, membayangkan anda tidak hanya seorang manajer, tetapi seorang CEO, membayangkan anda bukan hanya punya mobil kijang innova tetapi ferrari keluaran terbaru, membayangkan anda membantu ribuan fakir miskin dengan program2 pemberdayaan ekonomi anda, terbanglah menuju bulan.....biarkan mimpi anda melonjak menembus dimensi udara.

Dengan anda berpikir melambung maka anda akan merasa kecil , anda akan merasa belum seberapa, anda akan merasa masih banyak orang yang bisa saya bantu seandainya saya menjadi Milyuner, jangan pernah merasa puas dengan apa yang kita capai saat ini, hal ini tidak berarti kita tidak bersyukur loh...jangan salah...seringkali kita menganalogikan wah itu namanya gak bersyukur...itu namanya gak puas2...Bersyukur adalah pekerjaan yang aktif bukan pasif, mengapa aktif, karena bersyukur adalah dengan cara memaksimalkan semua potensi kita...ingatlah ketika Rasul kita bersabda, sebaik-baik manusia adalah yang berguna untuk manusia lain nya....

ketika sekarang sudah punya karyawan 10 di usahanya....tingkatkan menjadi 100...1000...10000

ketika sekarang anda punya 2 buah toko, tingkatkan menjadi 5 toko, 10 toko kemudian menjadi distributor, tingkatkan menjadi pabrik, tingkatkan menjadi superblok.....

ayo timbulkan sense of urgency kita, kita bangun masyarakat enterpreneur, kita tampung para pengangguran....kita tingkatkan pertumbuhan ekonomi kita....."

Jujur, setelah baca tulisannya, aku jadi mikir kenapa aku malah nggak bangkit juga, sementara aku ndiri banyak utang, gubug masih nyicil, mobil belon punya, kok aku masih aja pasrah dan nyaman dengan keadaanku saat ini.
Kadangkala aku ngerasa nyaman dengan kondisiku sekarang, asal bisa makan kenyang udah cukup bagiku, sementara sahabatku itu malah telah melejit dengan karya2nya dan dia telah merintis menjadi enterpreunership, sementara aku?????

wake up, honey,...
inget Tin, kamu punya impian untuk menjadi salah satu orang yang paling banyak membayar zakat maal.....

lalu bagaimana sekarang bisa mewujudkannya, sementara kondisiku masih seperti????





Pria-pria yang ganjen dan gatal

Ups, jangan protes dulu baca judul di atas..!!
Saya mengatakan demikian bukannya tanpa alasan lho. Dari beberapa sampel pria emang punya hobi ganjen dan gatel. Bahasa kerennya mereka doyan “flirting”, hehe... Kalopun bukan hobi, ya mereka punya indikasi untuk jadi ganjen dan gatel.

Yang protes harap sabar…!
Tunggu saya menyelesaikan tulisan saya ini.
Contoh 1 : ketika saya pertama datang ke Padang ini (sebagai Pegawai baru, tentunya) entah berapa orang yang menawarkan diri untuk menemani makan siang atau sekedar jalan-jalan (padahal mereka sudah beristri, atau sudah bertunangan). Dan jujur, saya mendapatkan beberapa sexual harrashment dari mereka. Saya tidak pernah mengenakan pakaian yang merangsang, atau juga perilaku yang saya pikir jauh dari ganjen. Tapi ya itulah, ternyata mereka tidak pernah ada kapoknya. Belum lagi ada sms maupun miscall yang nggak pernah juntrungannya. Mungkin mereka sedang “iseng-iseng berhadiah”, siapa tahu beruntung. Maksudnya beruntung mengajak saya pergi dan sebagainya. Karena ajakan mereka bukan ajakan sebagai rekan kerja yang tulus mengajak saya makan siang atau jalan-jalan, namun mereka seakan-akan ingin menunjukkan that they can do that.
Ternyata hal ini tidak hanya terjadi pada saya, namun melanda dua teman sekantor saya yang juga Pegawai baru (mereka gabung dua tahun setelah saya gabung). Hingga menimbulkan trauma dan antipati bagi cewek seperti kami.

Contoh 2 : Seorang teman cewek saya(lagi-lagi teman sekantor) bercurhat pada saya, bahwa ada seorang cowok dari divisi lain yang menyatakan cinta padanya, dan memaksanya menerima cintanya walaupun tahu kalo si cewek ini udah punya pacar serius. Si cowok ini pun ikhlas jadi “sephia”,asalkan jadi pacar si cewek tersebut. Padahal si cowok pun pada saat itu juga punya cewek yang tidak kalah cantiknya, dan mereka sudah pacaran 5 tahun.
Betapa mengenaskan, si pacar yang telah dipacarinya selama 5 tahun akan ditinggalkan, atau minimal diduakan gara-gara dia mengenal cewek lainnya.

Contoh 3 : Seorang sobat kental saya (cowok) juga nekat menyatakan cintanya pada seorang cewek, dimana cewek itu juga sudah punya pacar/tunangan yang serius. Si cowok ini nekat selalu mengapeli dan menelpon si cewek, malah tak jarang menjemputnya ke kantor tempat si cewek kerja. Untungnya, pacar si cewek ini berada di luar kota, jadi agak sedikit aman lah. Padahal teman saya yang cowok ini juga punya pacar di luar kota juga, tapi dia nekat ingin jadi pacar si cewek ini. Istilahnya, sama-sama jadi “sephia”nya lah. Gila nggak sih????
Hebatnya, si cewek ini juga sama ganjennya, dia meladeni pula ulah si cowok ini.
Belakangan, ketika si cewek ini menikah dengan tunangan dia yang asli, teman saya ini ngamuk berat. Katanya dia udah kadung cinta ama itu cewek, dan dia merasa selama ini udah kemana-mana bareng, masa’ nikahnya ma orang lain. Untungnya, si cewek udah insyaf, dan dia tidak meladeni ulah si cowok itu lagi. Cewek ini udah nikah dengan tunangannya yang asli dan mereka bahagia.  sementara sobat saya gigit jari (kacian deh lu,..!!!)
Contoh 4 : Ada seorang teman cowok yang telah menikah, dan mereka mempunyai dua orang anak. Umur mereka tidak terpaut jauh lah, maklum mereka memang pasangan muda.
Sepintas mereka terlihat harmonis dan bahagia, namun ternyata si suami agak sedikit gatal. Dia sering menelpon dan kirim sms nggak penting yang agak menjurus ke teman cewekku yang kebetulan masih lajang.
Kalo sms atau telpon tentang kerjaan itu masih bisa dimaklumi, namun jika smsnya nggak penting, sekedar ngucapin met malam, udah makan malam belon? Itu patut diwaspadai. Dan parahnya, hal ini dilakukan ketika si istri sedang keluar kota. Ketika si istri telah kembali ke rumah, sms dan telpon itu pun berhenti dengan sendirinya.
Apa ini bukan namanya gatel???

Contoh 5 : Eh kasus yang sejenis juga ada, si cowok yang terkesan pria baik-baik, suami yang sholeh, ayah yang baik, ketika pergi keluar kota memanfaatkan waktunya untuk “flirting” menjajal kemampuannya utk menaklukan hati cewek dengan mengajukan proposal untuk “bercinta” dengan pacar lamanya yang berada di kota tersebut. Kalo bukan gatel, apa namanya???

Contoh 6 : Ada seorang kenalan yang sudah menikah lama dan telah mempunyai 2 anak (yang paling besar sudah SMU), kisaran usia mungkin 40tahunan. Dia pun masih tetap berpacaran dengan pacar lamanya walaupun dia sudah menikah. Segala sesuatu dibelikan untuk sang pacar ini agar luluh hatinya. Belum lagi acara makan siang maupun makan malam bersama. Apalagi yang ada dalam benak si bapak ini, sementara kedua anaknya sudah ABG, beliau masih senang berpacaran. Yang ini sih namanya gatel stadium III, parah banget,..!!

Contoh 7 : Ada kenalanku cowok, sebut saja namanya Suranto, dia baru menikah 2 tahunan yang lalu, dan sekarang baru mempunyai anak pertama yang berusia 4bulan. Sepintas dia adalah orang alim, orang baik-baik, rajin, dan sayang istri. Namun dia ternyata diam-diam menikam istrinya dari belakang tanpa ketahuan. Bagaimana caranya? Ternyata Suranto ini menghubungi kembali pacar lamanya, dan kembali mengatakan bahwa dia masih kangen padanya, masih mencintainya, tidak bisa melupakannya, dan berbagai bullshit lainnya. Untungnya si pacar lama ini tidak meladeni ulah gila Suranto ini, karena dia sendiri juga sudah menikah dan hidup bahagia dengan suaminya. Parahnya, mereka bertiga (Suranto, istrinya dan pacar lamanya) adalah teman sebelum menikah. Dan istri maupun pacar lama ini pun masih berteman akrab, si pacar lama ini sangat merasa bersalah dengan Ny.Suranto dan juga sangat muak dengan Suranto, kok bisa ada cowok setega itu.
Pembaca, kalo yang ini ganjen jenis apa ya? Stadium berapa?

Contoh 8 : kalo yang ini tah isengnya ABG (eh tapi yang nglakuin bapak-bapak umuran 40tahunan). Beliau suka banget sms atau miscall ke sembarang nomor dan minta kenalan, ABG banget kan????
Padahal anaknya udah lima lho,.. ato jangan-jangan jaman dia muda nggak ada HP, so dia pubernya telat. Ato malah dia lagi puber kedua ya?? Hii,... 

Contoh 9 : Ada seorang bos di perusahaan tetangga yang jatuh cinta pada anak buahnya, padahal dia juga sudah menikah. Bencinya, dia mengemukakan alasan klise bahwa dia dinikahkan dan tak ada cinta di antara mereka. Si anak buah ini sampai akhirnya juga jatuh cinta, walaupun awalnya dia hanya ingin iseng-iseng. Ternyata efeknya nggak seiseng awalnya, terlalu kusut untuk diluruskan, dan di bos ini pun santai aja tanpa merasa bersalah ingin menceraikan istrinya. Untungnya si anak buah ini yang mengambil inisiaif untuk mundur, dia juga perempuan, yang bisa sakit hati jika para pria sudah “flirting”, dan dia tidak mau terkena hukum karma –yang katanya ada-.

Contoh 10 : ada yang mau nyumbang contoh lainnya????? Atau jangan-jangan dari pembaca punya pengalaman sebagai cowok ganjen lainnya? Jangan sungkan-sungkan untuk ngaku, dijamin aman kok. 

Kalo ada protes, silahkan,...
Saya Cuma heran, kok mereka mau melakukan itu semua, apa karena pada dasarnya cowok tu suka sesuatu yang menantang???
Apa dasarnya mereka melakukan itu semua? Apa benar ketika mereka bilang “I love U” ke selingkuhannya, mereka benar-benar mencintainya, atau hanya lip service belaka? Mereka benar-benar cinta atau hanya nafsu sih????

Can U tell me???

Senin, Mei 12, 2008

telur asin,.. :)

Awalnya saya dan suami kangen ama telur asin khas brebes, yang bisa dengan mudah kita nikmati jika kita tinggal di Jawa, tapi ternyata setelah tinggal di Padang – Sumatera Barat, ternyata menemukan telur asin yang enak dan masir. Di Padang kita dapat menjumpai beberapa pedagang telur asin keliling yang mangkal di Sicincin (Jalan Raya Padang – Bukittinggi), disitu banyak sekali pedagang telur asin (walaupun nggak sebanyak di Brebes). Namun, telur asin yang kami beli tidaklah asin, apalagi masir.
Lalu aku mencoba mencari tahu cara membuatnya dan mulai membuatnya, dengan menawarkan pada kawan-kawan kantor untuk mencicipi. Setelah terasa cocok, aku mulai memproduksi kecil-kecilan.
Bahan bakunya diambil dari peternakan dekat rumah, dengan bantuan kawan kantor (pramu kantor) untuk mengambilkannya. Lalu kami balut dengan batu bata yang telah ditumbuk dan dicampur dengan garam halus. Telur ini kami diamkan selama kira2 seminggu (karena selera orang padang nggak terlalu suka asin kaya’ di Jawa), makanya kami hanya memeram selama seminggu.
Selanjutnya aku coba titipkan pada beberapa kedai, salon langgananku, n kantin di kantorku. Ternyata lumayan laku, dari 20butir yang aku titipkan, kadang laku 15butir, malah pernah laku 19butir. Alhamdulillah,…!!!
Telur asin buatanku ini belum aku kasih label, niatnya sih pengin dikasih nama “CAHAYA” seperti halnya nama usaha turunan ayah ibu kami (Bapak yahya dan Ibu Siti Aminah). Mereka menggunakan nama itu untuk menjadikan pengingat, dan kakak-kakakku juga menggunakannya sebagai nama dagang mereka, contohnya Cahaya Kasur di Ajibarang dan Cahaya Pecah-belah di Wangon. Oleh karenanya, aku pun ingin mulai merintis “cahaya telur asin” yang mudah-mudahan menjadi nama dagang bagi dinasti yahya-siti aminah yang selalu lestari.
Sekarang, usahaku itu agak mandheg, karena pemasoknya juga sedang mandheg. Nanti kalau aku sudah mendapatkan pemasok lagi, aku akan mulai lagi. Hehe, lagipula di kantor lagi agak banyak kerjaan, jadi produksi telur asinnya agak terbengkalai, hehe 
Ada yang mau pesan telur asinnya, ada delivery servicenya kok,.. 

Kamis, April 24, 2008

kutemukan kawan2 lamaku,.. :)

Finally, kutemukan teman2 lamaku, yang telah memberikan warna pelangi yang indah pada kehidupanku,..

palagi beberapa hari ini kutemukan teman2ku jaman SMA, jaman ketika aku sedang happy-happy'nya,..

sorry brother and sister, selama ini aku jarang jalin silaturahim dengan kalian,...yah, semoga dengan ini, akan semakin banyak rezeki yang melimpah padaku, karena kata orang, semakin banyak silaturahim maka semakin banyak rezekinya, (kalian percaya nggak?)

semoga pelangiku semakin indah dan semakin berwarna,.. :)

Selasa, Maret 18, 2008

Daun yang berguguran

Pada suatu pagi hari di sebuah musim gugur, tampak seorang anak bekerja menyapu halaman luar sebuah asrama. Pohon-pohon yang rindang di sekitar situ tampak berguguran daunnya. Walaupun bekerja dengan rajin dan teliti menyapu dedaunan yang rontok, tetap saja halaman dikotori dengan ranting dan daun.

"Aduh capek deh. Biarpun menyapu dengan giat setiap hari tetap saja besok kotor lagi. Bagaimana caranya ya supaya aku tidak harus bekerja terlalu keras setiap hari?" sambil masih memegang sapu, si anak sibuk memutar otak memikirkan cara yang jitu.

Kepala asrama yang melintas di situ menghampiri dan menyapa, "Selamat pagi Anakku, kenapa kamu melamun? Apa gerangan yang sedang kamu pikirkan?"
"Eh, selamat pagi Paman. Saya sedang berpikir mencari cara bagaimana supaya halaman ini tetap bersih tanpa harus menyapunya setiap hari. Dengan begitu kan saya bisa mengerjakan yang lain dan tidak harus melulu menyapu seperti sekarang ini."

Sambil tersenyum si paman menjawab, "Bagaimana kalau kamu coba menggoyangkan setiap pohon agar daunnya jatuh lebih banyak. Siapa tahu, dengan lebih banyak daun yang gugur, paling tidak besok daunnya tidak mengotori halaman dan kamu tidak perlu menyapu."
"Wah ide Paman hebat sekali!" segera dia berlari mendekat ke batang pohon dan menggoyang-goyangkan sekuat tenaga. Semua pohon diperlakukan sama, dengan harapan, setidaknya besok dia tidak perlu menyapu lagi. "Lumayan bisa istirahat satu hari tidak bekerja," katanya dalam hati dengan gembira.

Malam hari si anak pun tidur dengan nyenyak dan puas. Ketika bangun keesokan harinya, cepat-cepat dia berlari keluar kamar. Seketika harapannya berubah kecewa saat melihat halaman yang kembali dipenuhi dengan rontokan daun-daun. Saat itu pula paman sedang ada di luar dan memperhatikan ulahnya sambil berkata, "Anakku, musim gugur adalah fenomena alam. Bagaimanapun kamu hari ini bekerja keras menyapu daun-daun yang rontok, esok hari akan tetap ada daun-daun yang rontok untuk di bersihkan. Kita tidak bisa merubah kondisi alam sesuai dengan kemauan kita. Daun yang harus rontok, tidak bisa ditahan atau dipaksa rontok. Maka jangan kecewa karena harus bekerja setiap hari. Nikmati pekerjaanmu dengan hati yang senang, setuju?" kata si paman memberikan sebuah pelajaran hidup yang begitu berarti.

"Setuju paman. Terima kasih atas pelajarannya," segera dia berlari menghampiri sapunya.

sumbe : www.pembelajar.com

tanda-tanda wong banyumas

Kiye ana tanda-tandane nek rikane wong banyumas, nek ana siji utawa lewih tanda-tanda kiye ana neng awake rika, berarti ya rikane mesti asli wong banyumas, utawa turunan banyumas. Jajal hayo pada didheleng bareng,.. J

Wong banyumas biasane :

1. Rokoke 'Klembak Menjan'.

2. Sore-sore bojone gipyak nyiapna kopi, boled goreng karo cimplung.

3. Angger esuk-esuk weruh tanggane liwat nggawa pacul, tetep takon, "Rika arep maring sawah apa?".

4. Biyunge bali sekang pasar nggawa olih-olih cenil karo grontol.

5. Nek bali ngode maring nJakarta sing digawa gethuk goreng, lanthing, karo kripik.

6. Angger mudik sekang Jakarta sing digoleti sepisanan sroto Sokaraja, tempe bungkel karo buntil.

7. Ramane kongkon tuku gethuk goreng ASLI nang Sokaraja, bingung, sebab kabeh kios nganggo
jeneng ASLI.

8. Esuk-esuk mruput tangi turu, sing digramaki tuning radio nggoleti siarane pak Singa.

9. Senengane mangan obang-abing, karo nyruput kopi, maca “Radar Banyumas”

10. Esuk-esuk senengane mlaku-mlaku nggolet srabi anget karo empal sum-sum

11. Angger ngerti kancane nglomboni, terus njawab, "Alaaa...mitro...mitro...".

12. Nek dolan maring ndesa, suguhane badheg, gubeg, combro karo cimplung.

13. Plesirane maring Baturaden karo Guwa Lawa, sangune lonthong, kering tempe, sambel pecel.

14. Kroya jere 'Korea', Sokaraja jerene 'King Soka' terus angger Purbalingga jere 'Braling City'.

15. Angger ana bakul dawet, mbuh sing dodol wong lanang wis kaki-kaki,
tulisane tetep 'Dawet Ayu'.

16. Pahlawan kebanggaane Jendral Sudirman karo Gatot Subroto.

17. Lawakane Peyang-Penjol.

18. Mbuh wis ngerti marekna mendem, tetep kepengin njajal mangan bongkrek.

19. Angger diaruh-aruih, terus njawab, "Wong ingin . Anda marah ..".

20. Cilikane dolanan gobak sodor, jonjang umpet, benthik.(fyi : benthic neng nang nggonku
Tanggeran Somagede jenenge Cuthat utawa cak kadal)

21. Plester umahe kotor corat-coret bekas nggo dolanan dam-daman karo sunda manda.

22. Sore-sore repek.

23. Angger mangsan tebu pada ngrempon.

24. Nek bathuke kejedod lawang, Ninine ngolesi lenga klentik pas nang nggon sing menonong.

25. Angger listrike mati jere 'listrike anjlog'.

26. Ana daerah jenenge Buntu tapi jebulane prapatan.

27. Tanggal nom becere maring SE utawa MORO.

28. Angger bada, untune pada lara kakehen mangan kacang mbawang.

29. Bahasane disebut 'bahasa ngapak-ngapak'.

30. Nek weruh Parto lagi nglawak nang tivi, terus nylemong, "Kae tuli wong Bocari hoh ...".

31. Nek bali ngrantau kang Jakarta, ngomonge langsung nggaya “ Gua baru dhog dari Jakarta nih.”

32. Saben esuk biyunge kongkon anake wadon tuku mendoan nggo lawuh sarapan, sing tuku wis antri thirik-thirik akeh pisan.

33. Kaca mobil ngarep tulisane "Banyumas Racing Team".

34. Bemper mobil mburi tulisane "SATRIA".

35. Numpak mobil keliling kota mung arep nggoleti ..... dages karo ranjem.

36. Nek anake rebut bae, diomong “Ribut bae, kaya kecap,…”

37. Biyunge becere nang pasar wage, trus bapane nek nonton bioskop nang rajawali

Angger sampeyan krasa cocog karo salah siji sing nang nduwur kuwe, bisa dicurigai nek sampeyan wong Banyumas utawa turunane he...he...he...


apa ana tambahan liyane?




Kamis, Februari 21, 2008

wow, jam gadaangnya indah nian,..!!! :)


Jam gadang, salah satu icon Sumatera Barat yang terkenal hampir ke seluruh Indonesia, dan juga ke mancanegara,... :)
ini foto2 kami ketika ke jam gadang, yah itung2 kenang-kenangan sebelum dipindahtugaskan laggi ke tempat yang lain. :)
kalau ada yang mau mengunjungi Sumatera Barat, saya jamin TOP, saya akan guide Anda,...

Senin, Februari 18, 2008

I’m proud of you, my bestfriends,…

Selama hidupku 30 tahun ini aku punya banyak sahabat, teman dekat, dan semuanya sangat berarti bagi hidupku. Mereka bagaikan keluarga keduaku, setelah bapak ibuku, kakak-kakakku, dan semua keluargaku. Mereka telah memberikan pelangi pada kehidupanku, hingga membentukku menjadi seperti sekarang ini.

Sejak SD, (aku sekolah di MI Muhammadiyah Ajibarang), aku punya beberapa teman akrab (yang maaf, mungkin sekarang aku ilang kontak dengan mereka,…). Teman akrab ketika bermain petak umpet, mengerjakan PR bersama, dan belajar bersama. Ida, Tanti, Dini Mei, Ice, Ida gendhut, Dini Nugroho, Jamilah, Rofi’ah, Siti 1, Siti 2 (sory aku lupa nama mereka masing2, yg aku inget ada 2 Siti ketika aku SD), Maya, Santi, Iffah, Anggi, Rohmat, waduh siapa lagi ya,… maaf aja jika ada yang terlewat,… L

Wow, aku tak kan lupa, ketika pagi hari kita sekolah di SD, dilanjutkan sekolah Dinniyah di sore harinya,.. Saat-saat SD ini mungkin belum terlalu berpengaruh padaku, karena masa ini adalah masa main, masa tanpa beban.

Lalu SMP, aku punya teman yang lebih luas dari teman-temanku di SD, karena aku sekolah di SMP Negeri 1 Ajibarang, dan banyak teman-temanku yang berasal dari lain desa yang berada di kecamatan Ajibarang tersebut. 3 tahun aku jalani dengan suka cita, penuh warna-warni pelangi,…

Banyak kawan-kawanku, ada Kiki, Roni, Iffah, Supri, Sutiyah, Dyne, Endi, Cahyo, hengki, Imam gendhut, Aji, Kusmini, Santi, Kulsum, Susi, Rini, Ipung, Agus, kang Daryoto, mba Elina, Andi Retno, Andi Putih, siapa lagi ya, aku lupa nama2nya, tapi aku inget wajah2 sebagian dari mereka. Wow, masa ini masa awal-awal aku menjadi ABG (bahasa gaulnya,..).

Yang jelas, merekalah yang menemaniku, menjadi sparing partner, menjadi teman curhat, maupun menjadi sasaran jatuh cintaku (ehm,..!!!) maklum, masa2 itu adalah masaku mengenal cinta pertama, yang kata orang cinta monyet, hehe,… J

Lalu SMA, SMA Negeri 1 Purwokerto, aku terpaksa sekolah jauh dari rumahku di kecamatan Ajibarang, untuk sekolah di ibukota Kabupaten, demi meraih masa depan yang lebih cemerlang, ehm,… J

Lagi-lagi, aku mendapat teman-teman yang lebih luas lagi dibandingkan ketika aku di SD maupun SMP. Mereka berasal dari kecamatan2 di seluruh kabupaten banyumas. Bangganya aku sekolah disana, dan mempunyai kawan-kawan yang hebat seperti mereka.

Inilah masa ABG yang sebenarnya, masa yang lebih berwarna dibandingkan masaku di SD maupun SMP. Katanya, banyak lagu terkenal maupun cerita terinspirasi kisah SMA, wow its great,..!!

Ada Laksmi (yang bongsor dan pintar), ada Ayi (atau orang sering juga manggil Jumi), ada Asih (si kecil dan keriwil), Mutiara (si kalem dari berkoh), Melia (alo ndhut,..), Ismet (serius minded), Arfin (yang sering kasih aku coklat, biar daftar hadirnya full), Rofiq/Rere (cowok yang ayu, n seneng fotografi, pa kabar dirimu pak,..??), ada Santi (wah ini bestfriend-ku dari SMP), ada Joko (jahil banget, sering ngintipi rok cewek2 di kelas), wawang (kalem boy), Melisa, Erna (item manis), Wahyu, Hendri, trus sapa lagi ya teman2’ku di kelas 1-4????

Lalu kelas 2 & 3 aku masuk ke kelas Fis 4, kita sering dengan bangganya menyebutkan F4, dan pernah terlontar ide untuk memakai F4 di belakang nama kita di masa yang akan datang, atau di company yang kelak kita miliki, wow mimpi yang dahsyat,..!!! J

F4, aku bangga pada kalian,…

Banyak cerita yang terjadi di tengah kebersamaan kita, suka, jahil, heboh, semua campur aduk jadi satu. Dan ketika sekarang aku ingat2, ternyata kita sangat kompak ya,… kompak njahilin guru, kompak bikin ancur papan tulis (ada yang inget insiden itu nggak?? J ), kompak jalan2 ke ajibarang, cilongok, juga banjarnegara, wow, kita kelas yang hebat lah,..!!!

Aku ngerasa sebagian diriku dan pelangi terjadi ketika jamanku SMA, semua teman-temanku berperan atas kehidupanku, baik suka maupun duka, baik maupun buruk,…

Aku absen dulu ya,… ada Ayi, santi, Rofiq/Rere, Ismet (semuanya temanku sejak di 1-4), juga ada Edi Yusuf (sang ketua OSIS yang sok keren, ehm,..!!!), Himam (pujangga keriwil dari kalibenda), Jupri (si ceking yang nyleneh), Hengki (teman SMPku, yang kadang sok cool,..), Budi satria (wow, aku kangen padamu bro,..), Taswin Feri (semoga damai istrihatmu), bambang (suka banget kegiatan Paskibra), Putut (suka banget iseng ke aku), Teguh Broto (dimana dirimu, bro?), Budi hariyanto (kecil-kecil cabe rawit), Hasan (denger2 udah jadi politikus ya??), Arju (si kacamata), Bekti (kalem banget euy,..), Danang, Edi Gunawan, Anies (si trouble maker), Abrianto (si ringan tangan), Andi retno, n banyak yang lain aku lupa nama, tapi ada foto kalian kok,…

Lalu ladiesnya nggak kalah hebat, ada Reny (thanks ya Ren, masih keep in touch), Pepita (ta, makasih tempatmu sering jadi tempat nongkrong kita), Linda (wah, ini nih yang banyak disukai cowok), Wiwi (wangon), Urip (cah pinter banget,..), Ike (wah agak segan kita sama kawan yang satu ini), Yuli, Yus, Kulsum (makasih duren-nya), Venly, Monica, n banyak yang lain aku lupa nama, tapi ada foto kalian kok,…

Selain kawan-kawanku yang sekelas, aku punya sahabat dari kelas lain, ada Tri Kusumaeni, Dilla, Dhian (sang ketua), Dyah, Rina, Yosi, Anita, Dina, Goncang, n temen sparing partnerku di Pramuka, inilah kawan-kawanku yang tak kalah hebat. Kita bekerja sama membuat acara, membuat bakti sosial (apa ya namanya waktu itu??), ini jugalah yang telah membentukku jadi lebih mandiri, thanks pals,….

Bener2 sahabat terbaik lah kalian ini, Cuma maaf aja jika aku kurang silaturahmi dengan kalian selama ini,..

Hmmm, aku jadi kangen kalian, sahabatku,…

Lalu jamanku kuliah, lebih banyak lagi cerita, kuliahku di fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman,….

Tapi kalo yang ini, to be continued ya,…

Senin, Februari 04, 2008

Ranah Minang, negeri nan elok,.. :)

Ranah minang, negeri nan amat elok, itulah kesan pertama ketika aku datang ke kota ini 5 tahun yang lalu,...
banyak hal yang menarik, dan teramat cantik.
terus terang, saat itu, aku jatuh cinta pada pandangan pertama, kotanya cantik, jalannya tertata rapi, luas, dan asri.

Dalam perjalanan selama 5 tahun ini, aku telah mengenal lebih dekat tentang ranah minang, kebudayaan, keunikan, dan masyarakatnya,...
ternyata ranah minang tidaklah seindah kulitnya, ada beberapa hal yang mengganjal, tapi mungkin inilah yang dibilang orang dengan peribahasa "lain ladang lain belalang" atau "lain lubuk lain ikannya", budaya dan kondisi urang awak tentulah berbeda dengan wong jowo. :)

Sementara aku baru bisa menceritakan tentang ranah minang dengan keunikannya sepintas, lain waktu aku akan posting lebih lanjut,.. :)

Liat aja ini view yang terkenal di Padang dan Sumbar pada umumnya,...
Its nice kan???

Kayaknya lebih afdol jika datang langsung ke padang, aku servis deh,...


Selasa, Januari 29, 2008

DONGENG SEBELUM TIDUR

Ada hal yang sangat kusukai dari bapakku tercinta sejak kecil, yaitu kebiasaan beliau mendongengiku sebelum aku tidur. Begitu banyak dongeng yang bapak ceritakan, sampai aku lupa. Semuanya beliau dongengkan dengan bahasa Jawa Banyumas yang khas (kata orang, bahasa Banyumas sangat egaliter, red.). Tentang dongeng kancil nyolong timun (kayaknya dongeng ini benar-benar melegenda ya,..), tentang yuyu kangkang dan klenthing kuning, tentang sahabat-sahabat Nabi Muhammad s.a.w, tentang teladan Nabi Muhammad s.a.w (yang belakangan kuketahui, ini dinamakan shirah nabawi, dan bukunya banyak dikarang dan dijual,…).

Dongeng ini aku dengar hingga aku masuk SD, yang aku ingat adalah aku selalu didongengi bapakku ketika aku di TK. Ibuku jarang mendongengiku, karena ibu lebih sering beristirahat setelah seharian mengurusi pekerjaan domestik. (jadi dipikr-pikir, bapak ibuku juga telah menerapkan pembagian tugas dalam rumah tangga ya,..) Selama aku kecil, bapak yang lebih sering mengajariku belajar, juga mendongengiku. Aku tak pernah mempermasalahkannya, tak pernah menanyakan kenapa ibu jarang sekali mengajariku belajar. Kata orang, it doesn’t matter,..!!! yang penting, aku selalu dininabobokan dengan dongeng-dongeng dari bapakku.

Aku sangat menikmati masa-masa itu, dan yang aku ingat bapakku pasti berkata “ terus kancile tuku uwi karo kusan, uwisan,,,” artinya kurang lebih bahwa dongengnnya “uwisan” alias the end, alias rampung, alias tamat. Ini yang menjadi khas dari dongeng bapakku, sampai-sampai aku pun sempat protes ke guru TK-ku, “Bu, kok mboten ngagem uwi karo kusan, bapak mesti ngedhika ngaten nek ndongeng,..” (Bu, kok nggak pakai uwi dan kusan, bapak pasti bilang seperti itu kalau ndongeng,..) dan paling bu guruku hanya tersenyum dan menceritakannya pada ibu/bapakku jika mereka berjumpa.

Satu hal yang aku dapat dari hal ini adalah ternyata kebiasaan mendongeng cukup ampuh melekatkan antara anak dan orang tua, mampu menjadikannya sebagai moment yang tak tergantikan. Keinginanku adalah jika nanti aku punya anak, maka aku berusaha mendongeng untuknya setiap malam menjelang dia tidur. Alangkah indahnya,….

Bapak, titin kangen bapak,… titin pengin didongengi bapak malam ini,…

Padang, ketika kangen mendera,….

MOZAIK KEHIDUPAN TITIN SEPTIANA

Mozaik adalah pecahan kaca yang tersusun menjadi sebuah kaca yang cantik dan membentuk gambar tertentu. Ini definisi gampangnya, lalu kenapa aku mengambil kata “mozaik”? karena aku terbentuk seperti sekarang ini, ya karena pecahan pecahan masa lalu yang menyusunku menjadi seperti sekarang ini.

Mozaik pertama, aku terlahir 26 September 30 tahun yang silam dari rahim Siti Aminah, dari cintanya dengan Yahya, sebagai anak bungsu dari 9 bersaudara. Nama yang telah kusebutkan tadi adalah kedua orang tuaku tercinta. 30 tahun mozaik-mozaik tercipta, dan akan terus tercipta hingga nyawa tercabut dari raga ini (suatu saat nanti,..)

Mozaik yang berwarna-warni melingkupi kehidupanku, merah, jingga, hijau, biru, putih, maupun hitam, semuanya menambah indah kehidupanku. Mozaik-mozaik ini akan aku ceritakan satu persatu, sebagai rasa syukur yang tak terhingga atas kehidupan ini.

Dengan latar belakangku yang dusun banget, di kaki gunung slamet, di posisi geografis yang strategis menhubungkan tegal dengan cilacap, tegal dengan yogyakarta. Yup, aku terlahir dengan latar belakang Banyumas yang kata orang “cablak” banget. Dan jadilah aku seperti ini, cah banyumas yang cablak, yang jauh dari kesan lemah gemulainya wong jawa. Yeah, it’s me,.!!

Senin, Januari 28, 2008

enterpreneurship, bisakah???

banyak buku yang mengupas bagaimana menjadi "good enterpreneurship", banyak buku yang mengupas bagaimana menjadi wirausaha yang sukses, dan banyak juga seminar maupun pelatihan yang mengupasnya,...

entah berapa buku telah saya baca, dan pelatihan enterpreneurship yang dilaksanakan oleh jutawan pendiri Primagama, juga telah diikuti, namun ternyata jiwa enterpreneurship saya tak juga menguat, malah semakin melemah.
saya semakin bersikap apatis, pasif, tanpa inisiatif lagi,...
padahal kata orang, saya dilahirkan dari keluarga yang nota benenya pedagang, otomatis jiwa dagang saya katanya lebih kuat, is it true,..???

sekarang saya jadi buruhnya negara, alias PNS. dan alasan kesibukan inilah yang menjagal kemampuan dagang saya untuk berkembang.

ah, ini kan hanya apologi kamu aja,... (kata kawan saya)
lalu saya ingin balik bertanya, lalu bagaimana caranya biar saya bangkit dan tidak lagi berapologi???

any suggestion??