Senin, November 15, 2010

Thanks God,..ENGKAU kabulkan permohonanku dengan caraMU yang tidak terduga,..(Berkah di Malam Takbiran Idhul Adha 1431H)

Ichikawa Shi
Senin,14 November 2010,jam 19.30

Pulang kuliah aku bergegas menuju ke kamar, aku langsung kelabakan mencari dompetku yang tertinggal ketika kuliah tadi. Sekeliling kamar sudah aku cari dan aku tak menemukannya, pikiranku langsung flashback dimana ya aku taruh dompet.
Kelabakan aku mencarinya, tak juga kutemukan, lalu aku yakin bahwa dompetku terjatuh di jalan sepanjang perjalananku menuju ke Gyotoku Eki tadi sore (jam 15.30). Ketika akan mengeluarkan kartu pasmo (langganan tiket kereta api), aku baru menyadari dompetku tidak ada di saku belakang celana jeansku, tapi saat itu aku hanya berpikiran, ah mungkin memang belum terbawa dan masih ada di kamar. Kemudian aku pun melanjutkan perjalanan menuju ke kampus, hingga kembali lagi ke Apato jam 19.30.

Ooooh my God, semua identitasku ada di dompet itu, alien card/KTP Japan, kartu mahasiswa, kartu asuransi kesehatan, ATM, kartu PASMO (langganan kereta api), KTP indonesia, NPWP, kartu mahasiswa Brawijaya, dan juga sekian Yen uang cash. Jujur, aku sempat panik, bagaimana tidak, aku orang asing disini, pasti akan sulit mengurus semua itu kembali, mengurus alien card, mengurus asuransi, hingga rekening. Ya Tuhan, please help me,..mudahkanlah aku menemukannya....amiiin...

Akhirnya aku menuju Anis Chan no Apato, untuk meminta bantuannya, dan membantuku langkah apa yang harus aku lakukan setelah ini, Anis chan inilah yang membantuku menelpon (Watashi wa nihon go wakarimasen/tdk bisa bahasa Japan),.

Kemudian kami bertiga (bersama Budi san) menuju Police office dekat stasiun Gyotoku, sembari menyusuri jalan tempat kami melintas tadi sore. Tak kutemukan dompet itu di sepanjang jalan itu, hingga kami sampai di Post office.

Dengan bantuan anis chan, kami melaporkan kehilangan dompetku ke polisi yang berjaga disitu (sekedar informasi, police office ini buka 24jam dan siap membantu orang-orang yang memerlukannya). Bapak polisi tersebut langsung menanyai kami banyak hal, mulai dari ciri-ciri dompet, isinya, kapan kejadiannya hingga identitasku. Sangat detail beliau mendata, dan aku pun punya feeling kalau dompet itu sudah ada di tangan beliau.

Hingga kemudian beliau mengeluarkan sebuah dompet coklat yang aku yakini itu punyaku. THANKS GOD,...
Semua kartu identitas lengkap, hingga beberapa kartu nama relasi yang selalu aku masukkan ke dompet (berjaga-jaga takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan), pun masih utuh,..
Hanya saja beberapa Yen uang cash tidak ada di tempatnya lagi, tinggal 1Yen, padahal sebelumnya ada beberapa Yen (nominal yang cukup besar bagi aku yang tinggal di negeri orang),..
Tapi bagiku kembalinya dompetku dan juga yang utama ATMku, itu membuatku sangat bersyukur. Thanks GOD, ENGKAU maasih memperkenankannya menjadi rezekiku. Alhamdulillah,..

Bapak polisi menerangkan bahwa dompet itu diantar seseorang, yang menemukannya disekitar Maruetsu Swalayan (jalur yang aku lalui tadi siang), beberapa menit setelah aku berangkat.

Bapak polisi tersebut dengan cekatan mencatat semuanya, dan dia memastikan berapa nominal uangku di dompet itu, dan ketika aku sebutkan sebuah nominal, dia terkejut, karena itu nominal yang cukup besar (bisa untuk hidup 2-3minggu lah disini), dan berulangkali memastikan apa benar-benar semua uang itu ada di dompet ketika dompet itu terjatuh? Dengan sangat yakin aku mengatakan Iya, walau aku tidak hapal pastinya berapa Yen uangku disana, yang pasti uang itu ada, karena aku siangnya berbelanja di minimarket terdekat dan mengeluarkan uang dari dompet, jadi aku sangat yakin.

Bapak polisi malah bingung, dan beliau menerangkan bahwa si pelapor juga didata identitasnya, dan sebagainya. Jadi beliau akan mengkonfirmasi kembali ke yang bersangkutan, juga akan meminta konfirmasiku di kemudian hari, jika diperlukan, dan sekali lagi identitasku dan juga identitas Anis chan (yang tadi malam menjadi interpreter dadakan). Oke pak polisi, kami siap dan sangat siap jika dimintai informasi. Asumsi kami sementara adalah ada orang sebelumnya yang menemukan dompet itu, mengambil uangnya dan kemudian membuangnya kembali, hingga ditemukan oleh si pelapor, yang kemudian mengantarkan ke Police Office terdekat.

Oh My GOD, sekali lagi ENGKAU mengabulkan permohonanku,...melalui orang-orang yang mengasihiku tanpa aku sadari,..
Teringat momen sebelum berangkat ke Police Office, Anis chan sempat menelpon Tsumura sensei dan menceritakan kejadian yang aku alami, dan beliau langsung berdoa untuk kelancaranku menemukannya kembali. Padahal kami belum mengenal satu sama lain, (Tsumura Sensei ini Anis no sensei) namun beliau dengan ikhlas mendoakanku, subhanallah indahnya,..!!! Dan indahnya lagi, "bahasa" doa kami bisa jadi berbeda (anis chan seorang kristiani yang taat begitu juga Tsumura Sensei), namun doa kami sama, lancarkanlah usahaku menemukannya kembali.
Subhanallah,..!!!

Allah pun menjawab doaku melalui tangan orang yang berbaik hati mengantarkan dompetku ke Police Office terdekat, juga bapak polisi yang sangat helpful, subhanallah,..!!!
Allah masih mengasihiku dan lewat orang-orang yang tidak aku kenal, KAU kabulkan permohonanku, juga pastinya dengan bantuan Anis chan yang membantuku menerjemahkan permasalahanku kepada pak polisi, juga Budi san yang rela berdingin-dingin pergi keluar menemaniku ke Polisi (padahal suhunya 6derajat celsius dan hujan gerimis),..

Kemudian aku tersadar bahwa malam ini malam takbiran hari raya Idul Adha 1431H, subhanallah,...!!!
Allah memberikanku bantuan dari arah yang tidak disangka-sangka,..Allah sekali lagi menunjukkan kuasaNYA,..subhanallah,..!!!

Allahu Akbar (Allah Maha Besar)
Allahu Akbar (Allah Maha Besar)
Laa illaha illallahu Allahu Akbar (tiada Tuhan selain Allah)
Allahu akbar Walilllahilhamdu (Allah Maha Besar dan kepadaNYA lah kita bersyukur)

*langsung merasa hangat, padahal diluar sana 6derajat celcius,...*

Sabtu, November 06, 2010

tanpa judul,..

dua bulan ku disini
jauh darinya
yang ada hanya rasa rindu dan rindu
setiap saat

benar kata orang, kita akan merindukan sesuatu atau seseorang
ketika jauh darinya
dan saat ini aku merasakannya

aku rindu padanya
aku rindu pelukannya
aku rindu segalanya dari dirinya

aku rindu canda tawa kami
aku rindu utk selalu manja padanya
(karena aku disini harus mandiri, tanpanya)
aku juga rindu saat kita hang out bareng
saat kita memasaka bareng
dan kebersamaan indah lainnya

Tuhan
lindungilah suamiku disana
di tempat yang saat ini sedang berduka
lindungilah dia, ya Tuhan
berikanlah kesehatan padanya selalu

tak sabar ingin menjumpainya,..

7nov 2010
ketika rindu mendera,..