Postingan

Oleh-oleh Silaturahim ke Citra Media Group

Gambar
Bagi para penulis dan calon penulis seperti anggota Ibu-Ibu Doyan Nulis ini, menjalin link dengan para penerbit adalah sebuah keharusan.  Karena dari situ lah kita bisa mengetahui bagaimana tipe masing-masing penerbit, bagaimana kekhasan masing-masing penerbit, apa yang diminati masing-masing penerbit, dan tentu saja menjalin link dengan penerbit. Tidak sedikit calon penulis serta penulis pemula yang tidak mengetahui hal-hal tersebut di atas.  Dan seringkali hal ini menjadikan kita menjadi ragu untuk menulis dan menghasilkan karya.  Tidak jarang kita beranggapan bahwa sungguh sulit untuk menembus penerbit.  Padahal jika kita berusaha tanpa kenal lelah, dengan mengetahui jalannya untuk menembus penerbit, maka insya Allah segala usaha kita akan berbuah manis,. J Ada beberapa penerbit yang ada di Yogyakarta, dan diantaranya adalah penerbit Citra Media Group.  Penerbit yang satu ini berada di Timoho, selatan UIN Sunan Kalijaga. Mba Fika Faila Sufa, yang selam...

CERITA RAHMA

Dear Tuhan, Sembuhkanlah ibuku, sebentar lagi bulan puasa. Kalau ibu masih sakit, lalu siapa yang akan memasakkan kami kolak untuk berbuka puasa.  Kalau ibu masih sakit, siapa yang memasakkan kami makanan untuk sahur dan buka puasa.  Sekali lagi, tolong sembuhkan ibuku, Tuhan. Gadis berambut panjang itu menuliskan rangkaian doa untuk ibunya yang terbaring sakit di diary kesayangan.  Disambungnya dengan kata-kata yang muncul dari hatinya. Aku rindu ibuku, aku rindu semua tentang ibu.  Aku sudah rindu untuk bercerita tentang sekolahku.  Aku rindu belaian ibu, juga rindu bercerita banyak hal menjelang tidurku.  Bahkan, aku pun sangat merindukan masakan ibu, aku sudah sangat bosan dengan masakan Uwa Tinah. ********* 3 Ramadhan 1411 H Sore hari menjelang saat berbuka puasa, terlihat si gadis kecil itu sedang mengisi waktu dengan membenahi gelas-gelas yang telah ia cuci ke lemari penyimpan pecah belah. Sebagai gadis tiga belas tahun, ia telah...

Menggali Inspirasi dari Negeri Sakura

Gambar
Menggali Inspirasi dari Negeri Sakura IIDN [Ibu – Ibu Doyan Nulis] Yogyakarta Minggu, 16 Maret 2014 Negeri Sakura, negeri unik yang menimbulkan semangat tersendiri ketika membicarakannya.  Mulai dari komik, anime, fashion, teknologi, budaya, bahasa, masakan, film, musik bahkan gaya hidup.  Untuk-untuk anggota IIDN yang rata-rata sudah 17 tahun keatas, jika membicarakan Jepang, maka mereka mengidentikan dengan film Oshin yang menjadi favorit tahun 1980an. Jika bicara Jepang, tiada habisnya, dan banyak hal yang menjadi inspirasi dari kehidupan di Jepang. Mengingat banyaknya inspirasi yang bisa diperoleh dari negeri Sakura ini, maka dipilihlah pertemuan bulanan alias Kopdar bulan Maret menjadi ajang sharing pengalaman tentang Jepang.  Bahasa kerennya sih, Menggali Inspirasi dari Negeri Sakura.   Wuiiiih, dari judulnya sih keren niiih, pasti isinya pun menarik.  Tapi berhubung acara , kita kan sersan, serius tapi santai, jadi tema tersebut tidak pe...

Sebar Semangat untuk Tetap Menulis (Kopdar IIDN Yogya)

Gambar
Menulis, merupakan salah satu hobi yang menarik, hobi yang menjadi passion bagi beberapa orang. Sebuah hobi, yang kemudian dijadikan sumber penghasilan bahkan kepuasan bagi sebagian orang yang lain. Sebuah hobi yang kemudian menjadi penjembatan beberapa ibu-ibu yang sebelumnya belum mengenal satu sama lain. Sebuah hobi yang kemudian menelurkan komunitas baru IIDN (Ibu - Ibu Doyan Nulis) Yogyakarta.  Awalnya komunitas ini didirikan oleh Teteh Indari Mastuti, yang kemudian menyebar ke beberapa kota di Indonesia, termasuk salah satunya Yogyakarta. Seperti halnya saya, mengenal IIDN pun karena ulasan di media cetak dan media elektronik (saya lupa dimana dan apa nama liputannya). Intinya, saya akhirnya mengetahui bahwa IIDN adalah sekumpulan Ibu - ibu yang Doyan Nulis. Berbekal om Google, kemudian saya mencari lebih lanjut apa IIDN tersebut. Dan singkat kata, ketemulah saya dengan Grup Ibu-Ibu Doyan Nulis - Interaktif dan IIDN Yogya di facebook. Sebuah komunitas dunia maya ya...

surat buat ananda

Yaaa Rabb, aku tahu Kau Maha Adil Kau Maha Mengetahui yang terbaik buatku aku tahu Kau tdk akan memberikan ujian melebihi kemampuan kami namun kadangkala aku merasa desperate, 6 tahun lebih kami memohon padaMu Rabb,.. Rabb, jika ini bentuk ujian dan teguran dariMu agar kami lbh bertaqwa, kami menerimanya jika ini karena aku dan suamiku selama ini berbuat alpa pada sesama, maka pada mereka aku memohon ampun betapa aku selalu "iri" dengan keluarga lain yang berbahagia dengan kelahiran putra putrinya yang sehat betapa aku selama ini selalu menghindar dengan sejuta alasan untuk tidak menjenguk kerabat yang melahirkan bukan karena aku tak sayang dia dan bayi mungillnya namun lebih karena aku "iri", Tuhan,.. betapa masalah sensitif ini kadang membuat kami berdua tidak nyaman setiap bulan kunanti dua strip di senstive pad dan ketika tak kutemukan dua strip itu, aku pun jadi tambah tidak nyaman hal ini pula kadang membuat kami 'berselisih' setahun dua tahun masa ada...

Omikuji (Japanese Fortune Paper)

Siang itu, kami berjalan-jalan ke Senshouji Jinja di Tokyo (atau yang lebih familiar dengan sebutan Asakusa), sebuah Shrine yang cukup terkenal di Tokyo, dan merupakan destinasi wisata yang sangat disarankan bagi pengunjung dari luar Tokyo, bahkan pengunjung mancanegara. Sekedar informasi, Shrine disini merupakan kuilnya agama Shinto, yang familiar dengan istilah Jinja. Seperti halnya Shrine yang lainnya, disini banyak ritual yang dikerjakan, mulai dari berdoa, maupun sekedar meramal masa depan. Ngomong-ngomong tentang meramal masa depan, ternyata orang Jepang, terutama penganut agama Shinto sangat percaya dengan Omikuji. Apa itu Omikuji? Omikuji adalah kertas ramalan yang menceritakan ramalan kita di masa yang akan datang, ramalan ini biasanya berupa keberuntungan kita, karier kita di masa yang akan datang, keluarga kita, kesehatan kita, waktu yang tepat untuk bepergian, dan sebagainya. Omikuji ini lebih banyak dicari orang ketika awal tahun, karena mereka umumnya ingin mengetahui ...

Apakah Hari Ibu Hanya Milik Para Ibu???

Hari ini tanggal 22 desember 2010, semua ibu di Indonesia diberi ucapan “selamat hari Ibu” yaaa,… Lalu sebenarnya apa dan siapakah Ibu itu? Apakah masih pantas jika seorang perempuan yang diberi amanah anak dan keluarga olehNya -namun terkadang melalaikannya- masih layak diberi ucapan yang sama? Betapa beruntungnya dia,.. padahal, bisa jadi dia sendiri belum sempurna memerankan perannya sebagai IBU,.. Apakah seorang IBU hanya didefinisikan sebagai seorang wanita yang telah melahirkan anak melalui rahimnya dan kemudian membesrakannya? is that all? hanya definisi standar seperti itukah yang membatasi Ibu dengan non-Ibu?? Lalu bagaimana dengan wanita lain yang belum diberi amanah untuk melahirkan dan membesarkan anak, masih layakkah dia mendapatkan ucapan selamat yang sama di hari yang membahagiakan ini??? Apa karena dia tak belum melahirkan anak, lantas dibedakan dengan wanita “beruntung” sebelumnya??? *selalu terusik dengan keinginan menjadi IBU selama 6tahun ini,..